Monday, December 12, 2011

Apa Adanya Aja


Ketika kamu telah selesai melakukan sesuatu, apakah kamu akan mengatakan lebih dari yang sudah kamu lakukan?
Pertanyaan hari ketiga ini menggelitik benak saya. "Kita bisa ga sih jujur dengan diri sendiri?" Buat saya pribadi, saya justru lebih senang untuk mengungkapkan dan mengatakan apa adanya terhadap sesuatu yang telah selesai saya kerjakan. Saya tidak suka untuk menambah-nambahi tentang hal-hal yang baru saja saya kerjakan atau lakukan, semata-mata agar saya terlihat lebih dari yang lain.
Bagi sebagian orang, terlihat lebih dari yang lain mungkin adalah hal yang menurut mereka penting. Semacam rasa ingin diakui, karena gengsi atau mungkin ingin menyombongkan diri "ini lho gue". Saya tidak mau seperti itu, saya cukup bangga dengan apa yang telah saya kerjakan dengan kelebihan maupun kekurangannya.
Melebih-lebihkan perkataan atau segala sesuatu diluar apa yang telah kita kerjakan nantinya malah akan menyulitkan diri sendiri. Saya tidak tahu, apakah orang lain berpendapat hal yang sama dengan diri saya.
Bukan berarti selama ini selalu menjadi yang baik-baik saja. Tidak. Jujur, saya sendiri pernah melakukan hal itu. Alasannya hanya satu, lagi-lagi ingin terlihat dan tidak ingin dipandang sebelah mata. Saya tidak malu untuk mengakui hal ini karena memang demikian yang saya alami. Namun kemudian, saya sadar bahwa hal ini tidak baik; untuk diri saya tentunya.
Sekarang, saya lebih suka untuk mengatakan segala sesuatu sesuai dengan kenyataannya. Jika hasilnya tidak sesuai ya bersyukur masih bisa mencoba. Bahkan, saya berani menerima kebenaran yang terkadang terasa menyakitkan daripada sebuah kebohongan yang terasa manis di awal-awal. Banyak orang-orang di sekitar, termasuk teman-teman saya yang tidak terima dengan sebuah kejujuran yang saya ungkapkan. Saya tidak tahu kenapa. Atau mereka hanya ingin mendengar yang baik-baik saja dan menyembunyikan yang terasa pahit untuk mereka terima?

Toh, inilah diri saya. Sebisa mungkin tidak ingin menambah-nambahi dari hal yang seharusnya. Bukankah segala sesuatu yang berlebihan itu kurang baik?

Ah, maafkan kesoktahuan saya tentang hal ini. :)



================
Edutria, 2011. 

No comments:

Post a Comment