Thursday, August 4, 2011

Day 3: Parents dan Son


Ketika saya melihat video di atas, saya menitikkan air mata dan mulai menangis. Saya teringat kedua orang tua saya yang sekarang berada di kampung halaman, berdua. Sedang kami, kedua anaknya pergi merantau dan bekerja di kota lain.
Ada semacam geletar rindu yang menghebat ketika saya memutar ulang video tersebut. Rasanya, baru kemarin, saya adalah anak kecil yang selalu digendong oleh bapak dan ibu saya. Kini, saya sudah besar dan meninggalkan rumah untuk meneruskan dan meraih cita-cita saya.
Waktu berjalan cepat rupanya. Namun, belum cukuplah saya membalas cinta dan kebaikan kepada orang tua saya. Tidak akan pernah cukup.
Saya sendiri kadang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan karir, hingga akhirnya lupa untuk sekadar menyapa mereka. Semenit dua menit, itu sangat berarti untuk Bapak dan Ibu.
Mereka hanya ingin diri kita, anaknya, menjadi seseorang yang lebih baik. Mereka mendidik dan merawat tanpa kenal lelah. Tetapi, saya malah seringkali mengecewakan mereka.
Berbohong, melawan semua argumen mereka dengan kesoktahuan saya. Bahkan tak jarang, nada bicara saya mulai meninggi ketika saya mempunyai pendapat yang tidak sesuai.
Saya salah. Harusnya saya diam dan mendengarkan. Setiap orang tua pasti tahu yang terbaik untuk anaknya.

Rindu ini semakin kuat. Siang ini, selembar surat dari Ibu saya datang ke kantor bersama dengan dokumen yang memang saya minta untuk dikirimkan. Baru kali ini lagi, tulisan Ibu kembali saya lihat. Semacam ada ikatan batin ketika membaca satu persatu kalimat sederhananya. Saya kembali menangis. Betapa berharganya sebuah sapaan apa kabar, dan sedikit pesan bahwa Bapak dan Ibu sehat-sehat saja.
Tulisan Ibu tidak berubah, tetap rapi dan tegas. Ingin saya memeluk mereka saat ini juga untuk sekadar membisikkan terima kasih saya kepada mereka.

Saya masih bingung dan bahkan tak cukup kata untuk mewakili perasaan saya saat ini. Saya hanya berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk mereka, menepati janji saya, menyelesaikan pendidikan hingga sarjana seperti yang mereka minta. Sesederhana itu. Semoga saya selalu dapat membahagiakan mereka dan menemani mereka untuk menunjukkan betapa saya sangat mencintai dan menyayangi Bapak dan Ibu..

Terima kasih, Bapak Ibu...


=============
Edutria, 2011. Untuk kedua orang tua.

No comments:

Post a Comment