Thursday, June 30, 2011

Tentang Cinta

Rasanya aneh ketika pikiran dan hati kehilangan kemampuan bergerak karena tersandera oleh sebuah nama...

yaitu Kamu..

Namun, anehnya aku suka...

dan,
Aku membebaskanmu untuk leluasa menjelajah setiap jengkal dari hati dan labirin pikiranku. Agar nantinya kamu tahu, hanya ada nama dan kenangan indah bersamamu yang tertulis rapi di situ.

apakah kamu percaya,
Cinta tak pernah tumbuh di tempat yang salah. Hati yang lebih tahu dimana ia harus disemai. Mungkin, kini ia telah menemukan sebuah tempat yang pas. Aku tidak bisa apa-apa selain menjaga dan membiarkan ia tumbuh sesuai nalurinya. Pun tak sedikit aku menolak. Bukankah cinta itu adalah anugerah?
Cinta adalah sesuatu rasa yang sederhana ketika kita tak mencoba untuk mempersulitnya.

di hatimu,
Aku titip cinta itu dengan sedikit rindu....



===================
Edutria, 2011. Aku mulai mencintaimu.

Monday, June 27, 2011

Romantis Itu


Romantis itu apa sih? Kalau jaman saya masih lucu-lucunya *eh* dulu bilang "rokok, makan geratis". Apa iya? Bisa aja. Eh, saya juga ga bisa mendefinisikan sih apa itu romantis. Cinta aja saya masih bingung sampai sekarang itu definisinya apa. *tsahhh* Banyak orang bilang, semakin didefinisikan cinta akan semakin jauh dari makna sebenarnya. Duh, agak lupa ini kemarin di twitter siapa yang nulis. Hihihi... Oh, sudah sudah, saya ga mau bahas definisi cinta di sini. Masih tetep ga ngerti juga sampai detik ini. Proses belajar; ada yang mau mengajari saya dengan cinta? *bahasa lu, Ed*
Momen romantis. Pasti punya dong. Setiap orang berbeda-beda tentunya. Bisa aja apa yang saya anggap romantis, buat orang lain itu "aduh Ed, bisa nggak sih lu lebih punya taste". *halah*
Romantis buat saya itu, kejadian kecil tapi punya makna yang dalam maka bisa saya masukkan ke kategori romantis. Uhm, nembak pasangan misalnya? Enggak juga sih, kebanyakan malah jauh dari romantis. *iyah, ini nyelipin curhat dikit* Apakah saya termasuk orang yang romantis, ga tau juga sih, silakan tanya pacar saya kalau nanti saya udah menemukan. *halah-able*
Anyway, semalam tuiter itu ngeracunin lagi otak saya buat ngetwit yang galau-galau jijay gimanalah. Duh, kerasanya saya itu udah lama ga melo-melo indah *tsahh* di linimasa saya. Iya. Kemarin akun yang saya follow bermain hestek momen #romantis. Secara twitter-OD yang gampangan #eh maksudnya gampang keseret arus, ya jadilah semalam panen sampah kata-kata. Ga banyak sih, karena kalo nekat diterusin ujung-ujungnya curhat maning, son. Hahahaha... Ini #romantis menurut saya yah. *ehem*

Romantis itu duduk berdua tanpa keluar sepatah kata. Namun kita merasa telah berbicara lama.
Romantis itu melihat ke kedalaman matamu dan kutemukan lengkung senyum ada di situ.
Romantis itu membiarkan kamu terlelap bersandar di pundakku dan memainkan helai rambutmu.
Berbagi es krim masing-masing untuk sekadar icip-icip berdua, menurutku itu romantis.
Paling romantis itu memeluk dan mengecup kening untuk membangunkanmu sambil berbisik selamat pagi.
Romantis itu ketika kau merasa takut, dan ia datang memelukmu sambil berkata, "Aku ada di sini. Semua akan baik-baik saja."
Romantis itu dipeluk dari belakang dengan mendesahkan nafas pelan di belakang kupingmu untuk kau dengar hembusan nafasnya.
Romantis itu tindakan kecil yang tulus dan bermakna yang dapat terajut indah menjadi sebuah kenangan manis diantara kau dan aku.
Romantis itu, sekali lagi aku dan kamu. Kita berdua...

 
Jakarta, suatu siang di hari Senin.

=====================
Edutria, 2011. Mencoba menulis kembali tentang arti cinta dengan kamu. :)

Saturday, June 11, 2011

Jangan Maksa (+ Iri), Plis...

Hai, halo...
Lama juga saya ga ngurusin blog saya ini. Duh, dibilang sibuk iya begitulah, tapi rasa malas tetap ada. Hihihihi... Pengen nulis yang ringan-ringan dulu. Sebenarnya kepingin juga ganti format, dan ngembangin tulisan-tulisan saya yang galau-galau gimana gitu menjadi lebih berwarna, variatif, dan tentunya sih tetap enak untuk dibaca.
Hahaha, ini masih bingung mau kemana arahnya waktu saya nulis ini. Pemanasan dulu deh. Berhubung lagi ndak enak mood, agak bete juga sih. Bukan karena malas buat nulis lagi. Tapi belakangan ada yang protes soal postingan-postingan di blog saya yang harus ini, harus itu. Harus ada si inilah, si A, B, C dan tak terhingga. Duh, jadi bingung saya. Sebenarnya ini yang punya warung sapa sih? Kok pake acara mencak-mencak pengen dicatut namanya di postingan. Hahaha... situ oke?
Mau saya bilang, ya udah kalau mau cerita soal elu yah bikin blog atuh. Gampang juga kok. Lagian, terserah penulis dong idenya apa. Inspirasi kok maksa. Tetep sih, dengan nyolot tingkat mbahnya dewa bilang saya ga adil. Semua ada kecuali dia. Jengjeng... *disini drama dimulai*
Sumpah, ini bikin saya keki campur ngakak. Kok bisa ndak adil itu piye? Salahku opo, tuwips? #eh #twitterOD. Lah memangnya siapa aja sih yang saya sebut. Temen-temen, keluarga, sahabat aja jarang saya tulis. Pacar, ada sih sesekali (eh sekarang saya lagi ndak ada pacar). Tapi ya, masa sih sampah otak dan inspirasi harus dibuat-buat cuma untuk nyenengin segelintir satu orang. Oh, tidak bisa. Lebih pilih mana, ditulis pakai kata-kata indah lalu kemudian terlupakan, atau tanpa ditulis tetapi kamu akan selalu terkenang dalam hidup?

Udahlah, ndak usah drama. Nih, udah saya bikinin cerita soal situ kan? Puas ndak? Kalo enggak, ya besok ditambah honor aja. Ndak mahal kok cuma pake dollar. #eaa

==========
Moral cerita ini: ujung-ujungnya sih tetep curhat ya, sodara-sodara. Tapi intinya gini, jangan pernah ngiri sama orang lain. *apa-apaan ini, Ed?* :p #eaaa