Saturday, April 2, 2011

this is my story [original]

Ingin menjadi apa dirimu 20 tahun lagi? Masihkan sama tempatmu sekarang berdiri?
Bumi ini semakin tua. Namun jangan jadikan ia sebuah planet renta, akhirnya tak berdaya.

Ini adalah cerita tentang pencapaian panjang dari sebuah cita-cita. Tahun 2030, 43 tahun dimana saya sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai pemuda. Semoga saat itu, saya telah ikut andil dalam salah satu upaya penyelamatan lingkungan, kebebasan bersuara dan titik tertinggi sebuah persaudaraan antar manusia. Tersadar, bahwa komunikasi dan bahasa menjadi salah satu cara untuk saya bergerak maju, menyuarakan ide besar pada jutaan orang di luar sana serta membuka cakrawala berpikir dan wawasan saya akan berbagai informasi dan literatur dari seluruh dunia. Maka, belajar bahasa mutlak diperlukan. EF, English First adalah tempat yang tepat untuk saya memulai langkah awal. Menimba ilmu, memperkaya kemampuan linguistik khususnya Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan modal saya.
Masihkan kita peduli dengan dunia saat ini? Pemanasan global yang mengancam ekosistem alam. Perang, kebebasan berkeyakinan yang dewasa ini menunjukkan potret buramnya. Kelaparan, rusaknya lingkungan dan masih banyak lagi.
Disitulah saya berusaha menyuarakan perubahan, terlebih paradigma sempit dan sifat intoleran diantara kita. Seribu langkah selalu dimulai dari langkah pertama. Tak perlu menunggu masa depan untuk sebuah perubahan. Semua berawal dari diri sendiri dan hari ini. Saya tidak bisa lagi bersikap masa bodoh dengan dunia sekitar. Saya akan membuat sebuah program untuk kelestarian alam dimulai dari lingkup keluarga. Menjaga kebersihan, daur ulang barang bekas hingga menghijaukan daerah sekitar rumah sampai akhirnya ke lingkup lebih luas, nasional, regional bahkan global dengan menghijaukan kembali hutan hujan tropis yang gundul, membangun konservasi satwa yang terancam punah serta merevitalisasi sumber-sumber air yang selama ini tercemar limbah dan sampah. Adanya upaya untuk mencari alternatif sumber energi baru yang ramah lingkungan untuk mengurangi emisi gas buang karbondioksida ke udara.
Saya pun akan menyuarakan kebebasan dan rasa saling menghargai. Kita memang berbeda; sejatinya kita menghirup udara yang sama, tinggal di satu planet sama dan punya satu Tuhan di atas sana. Meski menyembah dan menyebutNya dengan nama dan cara yang berlainan. Kita bersaudara. Satu bumi, satukan hati. Tekan ego masing-masing dan mulailah saling mendengarkan.
Saatnya bergerak, saatnya bersatu. 20 tahun lagi, bila upaya ini tidak berakhir di atas kertas atau retorika saja, niscaya kita semua, anak-anak kita, generasi mendatang dapat hidup di dunia yang lebih baik dan menikmati buah kerja keras kita hari ini. Perubahan-perubahan yang kita suarakan dan perjuangkan semoga telah menularkan manfaat dan membangun paradigma baru untuk kelangsungan bumi di masa depan dan hidup anak cucu kita.
Finally, why Judges should choose me? I simply write my dreams, especially the concern of myself watching the circumstances around me today. My goal is not just about awards, achievement or feeling to be recognized. More important is my contribution to inspiring many people, encouraging them to change their point of view and watched this earth as a peaceful place and sustainable is the most valuable thing for our better future.

No comments:

Post a Comment