Friday, April 29, 2011

Pocari Sweat: Sebuah Inovasi dan Kesegaran Minuman Kesehatan

Pocari Sweat
Tahukah Anda, setelah beraktivitas banyak elektrolit dan ion tubuh yang keluar melalui keringat? Minum air pun tidaklah cukup untuk membantu mengembalikan ion tubuh yang hilang. Pocari Sweat, sebuah minuman isotonik yang dapat menggantikan cairan sekaligus elektrolit yang diperlukan oleh tubuh. Tercetus dari sebuah gagasan tentang cairan infus yang dapat diminum oleh salah seorang staf di Otsuka Pharmaceutical Co., Ltd; dan inspirasi dari seorang Akihiko Otsuka bahwa ia suatu saat akan menciptakan sebuah produk yang belum pernah ada dan menjadi pilar perusahaan. Hingga beberapa tahun kemudian ketika menjadi Presiden Direktur, beliau ingin mengembangkan minuman kesehatan yang komposisinya sama dengan keringat sehingga dapat menambah elektrolit dalam tubuh.
Tubuh manusia terdiri dari 60% air. Ketika berkeringat, tubuh mengeluarkan cairan dan elektrolit-elektrolit seperti ion Natrium, ion Kalium, dan ion Magnesium sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Kadar garam (ion Natrium) yang keluar saat seseorang berada atau melakukan sebuah aktivitas yang berat seperti olahraga atau sauna lebih banyak daripada seseorang yang berjalan-jalan atau beraktivitas ringan.
Perbandingan nilai konsentransi kadar garam dalam keringat
Rasa keringat yang asin dan kadang pahit disebabkan oleh kandungan elektrolit di dalamnya.
Komposisi keringat
Rasa asin dari ion Natrium. Rasa pahit dari ion Kalium, Magnesium. Kemudian, ketika seseorang mengalami diare, tubuhnya mengeluarkan banyak cairan (faeses) yang apabila tidak segera digantikan dengan cairan dan elektrolit maka tubuh akan semakin lemah akibat dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan seseorang pusing, lemas, seperti orang linglung hingga hilangnya kesadaran jika dehidrasi parah. Di beberapa kasus, demam tinggi dan sakit seperti malaria atau demam berdarah seringkali mengakibatkan dehidrasi akut.

Dalam perkembangannya, dilakukan penelitian berulang-ulang bahkan mengalami pasang surut dan maju mundur terhadap minuman ini. Mulai dari menentukan rasa yang semula pahit, kemudian ide untuk menambah pemanis hingga menemukan komposisi dan rasa yang pas. Dengan kandungan kalori rendah (26 kkal/100ml) – lebih rendah dari pada minuman lainnya termasuk jus, Pocari Sweat tidak menyebabkan kegemukan.
Minuman dengan kadar gula rendah, ketika diminum saat berkeringat akan terasa lebih segar daripada kadar gula yang tinggi.
Pada awalnya diragukan oleh para Direksi karena skeptis tidak akan laku di pasar dan rasa yang tidak enak menurut mereka. Namun, Akihiko mempunyai keyakinan lain. Minuman ini tetap diproduksi.
Dari seribu langkah, terdapat langkah pertama. Pada April 1980, Pocari Sweat mulai dikenalkan pada konsumen. Filosofi nama Pocari yang mempunyai kesan menyegarkan, dan Sweat yang berarti keringat dalam bahasa Inggris. Reaksi awal konsumen sama dengan para Direksi perusahaan dan cenderung kurang baik. Hal ini lebih karena pada tahun tersebut, masyarakat belum terbiasa untuk minum cairan elektrolit dan belum ada satu pun produk sejenis.
Menanggapi sentimen pasar yang demikian, Mr. Akihiko mengeluarkan terobosan dan ide mengenai pengenalan produk. Membagikan Pocari Sweat secara gratis dan tak terbatas. Keunggulan Pocari Sweat tidak bisa dirasakan kalau tidak diminum berulang-ulang. Kemudian mencoba membuat pasar baru yang belum pernah ada dan tidak berorientasi pada angka penjualan. Namun, yang utama adalah pengenalan konsep produk daripada menjual produk. Pada akhirnya, konsumen akan mengerti keunggulan produk dan berdampak pada penjualan yang meningkat. Paradigma Mr. Akihiko rupanya telah jauh ke depan.
“Ini bukanlah keuntungan sekarang tetapi masa depan. Kalau sekarang menebarkan benih, akan berbuah banyak di kemudian hari.”
Pembagian Pocari Sweat kepada anak-anak sekolah
Keputusan yang awalnya seperti ambil risiko dan  membuat perusahaan rugi, pada tahun kedua penjualan Pocari Sweat meningkat drastis hampir tiga kali lipat dari tahun pertama. Kini, Pocari Sweat telah diproduksi dan dipasarkan di 16 negara termasuk Indonesia (diproduksi oleh PT. Amerta Indah Otsuka).
Angka penjualan Pocari Sweat tahun pertama dan kedua
Dengan program promosi dan marketing yang terencana dengan baik dan mencakup sosialisasi lewat event-event dan kegiatan masyarakat (contoh: puasa Ramadhan, olahraga) serta di dunia maya melalui media sosial Facebook Pocari ID dan Twitter @PocariID, penjualan di Indonesia mencapai 500 juta kaleng (data per tahun fiskal 2009). Sebuah pencapaian yang luar biasa dari sebuah inovasi minuman kesehatan.
Jumlah penjualan Pocari Sweat di Indonesia
Beberapa program dari Pocari Sweat Indonesia yang telah dilaksanakan:
Ionorace - Ionopolis at Plasa Semanggi Jakarta, 2010
sebuah live game dengan berbagai permainan seru sebagai bagian dari program game online Ionopolis
Para pemenang game Ionopolis yang mendapat hadiah liburan ke Jepang.
Press Conference Pocari Sweat Futsal Championship (PSFC) 2011
Coaching Clinic dan Technical Meeting PSFC 2011
***
Inovasi dan ide besar biasanya timbul karena semangat ingin maju dan sifat kreatif dari seseorang untuk menciptakan atau menemukan suatu hal baru yang lebih baik dan belum pernah ada. Perlu keteguhan hati dan kemampuan diri sendiri  serta pandai untuk melihat peluang sekecil apapun mendorong terealisasikan ide-ide tersebut. Sukses tidak terjadi dalam sekejap, seringkali butuh sebuah usaha lebih, pengorbanan, kerendahan hati dan terbuka untuk hal dan pendapat yang baru dan berbeda. Sukses adalah sebuah proses dan rentang panjang usaha yang tekun dalam pencapaian sesuatu dan cita-cita. Sukses tidak selalu berhubungan dengan hasil berlipat ganda. Namun, bisa sebuah impact positif terhadap orang lain.
Semua berawal dari sebuah mimpi yang terkadang kita  tidak terpikir untuk melakukannya. Mulailah berpikir kreatif dan inovatif dengan tetap memegang prinsip. Sukses bukan bergantung dari apa yang dipikirkan oleh orang lain. Sukses itu ada dalam diri kita sendiri.


Video History of Pocari Sweat
"Seorang yang sukses terbiasa untuk melangkah satu langkah di depan dari usaha rata-rata seseorang yang lain."


GO ION!!

=====================
Edutria, 2011. Blog Competition.
Photos courtesy by:

Saturday, April 2, 2011

this is my story [original]

Ingin menjadi apa dirimu 20 tahun lagi? Masihkan sama tempatmu sekarang berdiri?
Bumi ini semakin tua. Namun jangan jadikan ia sebuah planet renta, akhirnya tak berdaya.

Ini adalah cerita tentang pencapaian panjang dari sebuah cita-cita. Tahun 2030, 43 tahun dimana saya sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai pemuda. Semoga saat itu, saya telah ikut andil dalam salah satu upaya penyelamatan lingkungan, kebebasan bersuara dan titik tertinggi sebuah persaudaraan antar manusia. Tersadar, bahwa komunikasi dan bahasa menjadi salah satu cara untuk saya bergerak maju, menyuarakan ide besar pada jutaan orang di luar sana serta membuka cakrawala berpikir dan wawasan saya akan berbagai informasi dan literatur dari seluruh dunia. Maka, belajar bahasa mutlak diperlukan. EF, English First adalah tempat yang tepat untuk saya memulai langkah awal. Menimba ilmu, memperkaya kemampuan linguistik khususnya Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan modal saya.
Masihkan kita peduli dengan dunia saat ini? Pemanasan global yang mengancam ekosistem alam. Perang, kebebasan berkeyakinan yang dewasa ini menunjukkan potret buramnya. Kelaparan, rusaknya lingkungan dan masih banyak lagi.
Disitulah saya berusaha menyuarakan perubahan, terlebih paradigma sempit dan sifat intoleran diantara kita. Seribu langkah selalu dimulai dari langkah pertama. Tak perlu menunggu masa depan untuk sebuah perubahan. Semua berawal dari diri sendiri dan hari ini. Saya tidak bisa lagi bersikap masa bodoh dengan dunia sekitar. Saya akan membuat sebuah program untuk kelestarian alam dimulai dari lingkup keluarga. Menjaga kebersihan, daur ulang barang bekas hingga menghijaukan daerah sekitar rumah sampai akhirnya ke lingkup lebih luas, nasional, regional bahkan global dengan menghijaukan kembali hutan hujan tropis yang gundul, membangun konservasi satwa yang terancam punah serta merevitalisasi sumber-sumber air yang selama ini tercemar limbah dan sampah. Adanya upaya untuk mencari alternatif sumber energi baru yang ramah lingkungan untuk mengurangi emisi gas buang karbondioksida ke udara.
Saya pun akan menyuarakan kebebasan dan rasa saling menghargai. Kita memang berbeda; sejatinya kita menghirup udara yang sama, tinggal di satu planet sama dan punya satu Tuhan di atas sana. Meski menyembah dan menyebutNya dengan nama dan cara yang berlainan. Kita bersaudara. Satu bumi, satukan hati. Tekan ego masing-masing dan mulailah saling mendengarkan.
Saatnya bergerak, saatnya bersatu. 20 tahun lagi, bila upaya ini tidak berakhir di atas kertas atau retorika saja, niscaya kita semua, anak-anak kita, generasi mendatang dapat hidup di dunia yang lebih baik dan menikmati buah kerja keras kita hari ini. Perubahan-perubahan yang kita suarakan dan perjuangkan semoga telah menularkan manfaat dan membangun paradigma baru untuk kelangsungan bumi di masa depan dan hidup anak cucu kita.
Finally, why Judges should choose me? I simply write my dreams, especially the concern of myself watching the circumstances around me today. My goal is not just about awards, achievement or feeling to be recognized. More important is my contribution to inspiring many people, encouraging them to change their point of view and watched this earth as a peaceful place and sustainable is the most valuable thing for our better future.

Friday, April 1, 2011

Surat Untuk yang Terlarang

 "ketika cinta tak memilih jenis kelamin, cinta pun menjadi terlarang" -Andrei Aksana (novel)

dear Kamu yang-tak-perlu-kusebut-nama...


Ini adalah surat ketujuh untukmu. Rasanya baru kemarin kita berdua saling mendekat dan kini bertolak belakang 360 derajat, saling menjauh. Masihkah kamu memperdebatkan perasaanmu sendiri? Atau telah menerima keberadaan dirimu yang sebenarnya? Masihkah kau seperti dulu, 365 hari yang lalu saat kau kembali mempertanyakan untuk apa sesungguhnya kita, aku dan kamu memulai semua ini. Don't you?
Ini memang berat, ketika aku harus memulai menulis surat seperti ini, setelah beberapa suratku kemarin menceritakan atau sedikit mengenang cerita manis kita dahulu. Aku janji, ini hanya sekali. Toh, hidup juga tidak akan berwarna kan seandainya ia berjalan statis, terus manis, tak ada tangis? Tentunya sebuah coklat bar juga kurang enak jika ia hanya manis tanpa sedikit rasa pahit?
Oh, ya.. Kali ini aku harus jujur. Tujuanku menulis surat-surat itu, termasuk yang terakhir ini adalah salah satu upayaku untuk terus maju, move on, dan membuka lembar yang baru. Betapa sulit, aku harus berjalan sendiri, menutupi semua yang terjadi. Dari situ, aku harus membebaskan hatiku dari keterikatan dan candu yang terus menggelegak akan dirimu. Tidak, aku memang tidak akan melupakanmu. Aku hanya mencoba untuk mengatur kembali semua perasaanku tentang semuanya.
Masihkah kau tetap menjadi seorang denial? Menafikkan semua, dirimu yang sesungguhnya? Semoga hari ini, kau bukan lagi sosok yang seperti itu. Masih sakit rasanya, pagi itu, setelah jalin-jalin cinta yang mulai mengakar begitu kuat, seakan tercerabut paksa oleh ucapanmu. Seolah, kata sayang, cinta, yang dulu pernah keluar dari mulutmu hanya sebuah pemanis bibir untuk kelangsungan hubungan kita. Ah, sudahlah tidak perlu dibahas lagi. Aku sudah mengerti. Kalau aku tetap bisa mencintaimu, mungkin karena memang aku begitu. Tak perlu balasan untuk dicintai. Tenang saja.
Pada akhirnya, aku hanya mengkhawatirkan dirimu yang terus tenggelam dalam tempurung dan cangkang kura-kura itu. Kita mungkin dianggap berbeda dan tidak wajar dengan manusia-manusia di luar sana. Namun aku yakin, Tuhan tetap menyayangi kita, seperti apapun diri kita. Dia, Yang Di Atas sana tahu persis siapa diri kita sebenarnya.
Menjadi denial untuk diri sendiri, rasanya hanya akan menyiksa batinmu. Bukan orang lain. Mereka hanya bisa mencibir, memandang sebelah mata, dan menghina dina kita berdua seperti sampah yang memang seharusnya harus dibuang. Munafik, mungkin. Dengan dogma dan doktrin agama, mereka seperti memvonis kita, kaum minoritas yang sebenarnya perlu juga dirangkul untuk tetap hidup bersama-sama bukan dikucilkan.
Aku sendiri memang sudah mengalami yang seperti itu, hei Kamu-yang-tak-perlu-kusebut-nama. Bahkan jauh lebih sakit. Menyadari bahwa diriku berbeda dengan manusia yang menganggap diri mereka lebih baik dan... NORMAL? Ah lucu sekali. Tidak apa-apa, semua ada masanya. Aku mendapat ganti dengan mereka yang benar-benar baik dan mau menerima apa adanya diriku. Teman-teman dan sahabat yang terus ada hingga saat ini. Mungkin juga kamu.
Jangan sedih ya. Aku tahu mungkin menyadari diri kita yang "berbeda" pada saat itu kelihatannya membuatmu jatuh. Ingat, jika kamu masih bisa bersyukur dengan keadaanmu, setidaknya jangan menafiki dirimu sendiri, itu jauh lebih baik. Barangkali, Tuhan Di Atas Sana tidak akan pernah mau menghukum kita. Aku yakin, Dia, tetap ada di samping kita, mencintai kita sebagai anak-anakNya lebih dari cukup.
Apakah kau menyesal pernah memutuskan untuk menjalin hubungan yang seperti ini? Aku tidak. Bukankah cinta itu universal? Tak terbatas apapun? Semua orang bisa merasakannya. Hanya, kebetulan kita berada dalam gender yang sama. Namun, tak pernah meminta untuk terlahir ke dunia dengan keadaan yang begini. Aku tetap bersyukur untuk itu. Pun tidak menyalahkan siapa-siapa, apalagi takdir.

Kalau saat ini, detik ini, kau belum bisa untuk menerima keadaan yang sebenarnya, tidak apa-apa. Semua itu berproses. Prosesku memang telah aku lalui, itu pun harus jatuh bangun. Aku juga dulu sepertimu, seorang denial. Denial sejati yang berpura-pura seperti manusia-manusia yang mengaku baik di luar sana hanya untuk sebatas pengakuan. Lalu apa? Aku hanya seperti robot. Tidak pernah ada rasa bahagia. Mati rasa. Malah aku hanya menyakiti mereka-mereka yang pernah mengharapkanku, mencintaiku lebih dari diriku mencintainya. Itu dulu.

Kamu, Yang-tak-perlu-kusebut-nama, semoga bisa mengerti surat ini. Aku tidak minta apa-apa. Terpenting dari semuanya, seperti yang aku bilang dari awal, aku sedikit berbagi pengalaman yang dulu tak sempat kita pernah bicarakan karena kenyataan yang berkata sebaliknya.

Oh, ya aku juga belum call-out dengan keluargaku. Tidak perlu mungkin. Biarlah waktu nanti yang akan mengabarkan semuanya. Semoga itu di saat yang tepat.

Kalau memang aku seorang "berbeda", terus kenapa? Bukankah aku juga manusia?

Selamat malam, Kekasih hati. Semoga surat ini bisa jadi semacam refleksi untuk kita. Aku senang sekali jika kita bisa sharing kapan-kapan...


Salam sayang, Monyetgombal



==========================
Edutria, 2011. Tentang sebuah masa dan pengungkapan. Surat sebelumnya bisa dibaca di sini
Ps: baca dengan rasa dan lihat dengan hati.