Friday, July 9, 2010

I Love You because I Love You

foto saya pinjam dari sini
[cerita kedua yang dikirim seorang teman melalui email]

Namanya Anton. Seorang pemuda yang menjadi buta karena kecelakaan. Sejak saat itu, ia merasa terasing dari lingkungannya. Ia merasa tidak ada seorang pun yang memperhatikan atau menyayanginya. Hingga kemudian hadirlah Intan dalam hidupnya. Intan sangat sayang dan perhatian pada Anton. Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Anton sebagai suatu kekurangan yang berarti. Ia sungguh-sungguh mencintai Anton dengan tulus.
Suatu hari Anton bertanya kepada Intan, "Mengapa kamu begitu menyayangiku?"
"Hmmm..entahlah.. Aku tidak pernah tahu alasan mengapa aku begitu menyayangimu, yang aku tahu.. aku benar-benar tulus menyayangimu. I love you cause I love you. No other reason." jawab Intan dengan senyum manisnya.
"Tapi..aku kan buta..apa yang bisa aku perbuat untukmu? Apa yang bisa aku berikan buatmu..?" tanya Anton untuk meyakinkan.

Dengan lembutnya Intan merabahkan kepalanya di dada Anton, "Ton..aku tidak mengharap apapun darimu. Buatku, kamu bisa ceria setiap hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup. Aku senang ketika kau merasa senang."
Mendengar jawaban seperti itu Anton merasa terharu, "Belum pernah ada orang yang begitu menyayangi aku yang buta seperti ini." ucap Anton seraya memeluk tubuh gadis yang dicintainya itu sambil membelai rambutnya yang panjang, "Intan kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi, aku pasti akan menikahimu. Karena hanya kamulah satu-satunya orang yang dengan tulus menyayangiku."
Benarkah?" tanya Intan dengan raut muka ceria

Penuh kasih sayang Anton meyakinkan hati Intan, "Aku janji. Kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI aku akan menikahimu."
Lalu kedua pasang kekasih itu semakin erat berpelukan, dengan bayangan indahnya masing-masing tentang masa depan yang indah. Tentang pernikahan yang telah dinantikan dengan penuh kebahagiaan.

Hari-hari berjalan tanpa sedikit pun berhenti. Sepasang kekasih ini semakin erat dan saling menyayangi. Sampai saat yang dinantikan telah tiba, Anton melakukan operasi cangkok mata dan berhasil. Ia mampu melihat lagi. Tidak sabar rasanya Anton untuk segera menemui kekasihnya, Intan. Pergilah ia mencari Intan, sampai ia berhasil menemukannya. Namun alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa ternyata Intan adalah seorang gadis buta. Ia tidak bisa menerimanya. Anton pun menolak Intan. Dia bahkan telah lupa akan semua janjinya.
Melihat kenyataan itu, hati Intan menjadi hancur, hatinya menangis. Sambil meraba dia berusaha menghampiri kekasihnya Anton, "Bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku?" tanya Intan mengingatkan kekasihnya kembali.
Sekenanya Anton menjawab dengan ketus dan sedikit bimbang, "Emmm.... ya memang aku pernah berkata begitu, tapi tidak dengan keadaanmu yang seperti ini. Maaf Intan, aku tidak bisa menikah dengan gadis buta sepertimu. Keinginanku untuk sembuh agar aku bisa jadi orang normal kembali, jika orang-orang tahu bahwa istriku nanti adalah orang buta, lalu apa kata mereka nanti?"

Antonpun pergi meninggalkan Intan yang dirundung kedukaan dan kekecewaan akan kenyataan yang telah menimpa dirinya. Tidak kuat menerima perlakuan Anton yang telah mengkhianatinya, dia bertekad mengakhiri hidupnya dengan menyayat urat nadinya dengan silet.
Saat ia ditemukan meninggal, ada sepucuk surat di genggaman tangannya yang ditujukan untuk Anton.
"Dear Anton..
Memang tidak banyak yang bisa aku berikan padamu. Tidak banyak yang bisa aku lakukan untukmu. Namun..aku sungguh-sungguh tulus menyayangimu. Semoga kedua mataku itu berguna bagimu, bisa membawakan terang dan keceriaan dalam hidupmu kembali."

Membaca surat itu, Anton merasa sangat menyesal. Dia tidak tahu bahwa orang yang dengan rela memberikan mata untuk dirinya adalah kekasih yang selama ini mencintainya, menyayanginya dan menjaganya dengan tulus. Namun penyesalan hanya tinggal penyesalan. Intan yang telah rela berkorban untuk dirinya pun telah pergi. Kini yang tersisa hanya perasaan bersalah yang akan tersimpan sampai mati.
***

Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata, melainkan juga dengan hati kita. Mata itu bisa menipu, tetapi hati tidak. Kata hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup manusia.

=================
Edutria, 2010 ketika kata aku mencintaimu berarti menerima semua yang ada pada dirimu tanpa terkecuali.

No comments:

Post a Comment