Monday, June 28, 2010

Pintu Besi dan Sebuah Anak Kunci

Seseorang berkata demikian, „Kekuatan tidak bisa membuka sebuah pintu besi yang besar; tetapi kunci kecil bisa“. Sekilas memang benar pernyataan orang tersebut. Namun, jika kita telaah lebih dalam maksud dari kalimat tersebut, apakah memang demikian? Ini bukanlah soal benar atau salah, tapi yang kita butuhkan disini adalah sebuah cara pandang yang lebih luas untuk kemudian menyimpulkan apakah kalimat ini sesuai atau tidak. Dalam kacamata saya, kekuatan bisa membuka pintu itu tetapi tidak selalu bisa.

Saturday, June 26, 2010

Aku Ingin Ini Tak Berjudul (Sebuah Perenungan untuk Hati...)

sebuah tanggal di hari senin,
Aku terdiam tak percaya dengan semua yang aku baca. Didepan mataku, berderet tulisan dan kalimat-kalimat yang sontak membuat hatiku luluh lantak. Inikah yang akhirnya aku terima setelah aku mencoba untuk sekedar memberi sapaan singkat menanyakan keadaan dirinya. Aku masih tidak percaya. Kutepuk pipiku sendiri. Sakit. Aku tidak sedang bermimpi. Seolah-olah didepannya, aku adalah seorang asing yang sama sekali tidak dia kenal. Alih alih dia mau berkenalan denganku, rasanya kehadiranku tidak diharapkannya.

Thursday, June 24, 2010

Who Are You?

There is so much more, out the shadows...
either you hide yourself in the shade of tree against the sun's rays of God
and mourn about the evil shadow that prevents the light
or you go out..

Tuesday, June 22, 2010

Saya #Bahagia karena #Setia

Hai, apa kabar? Sebenarnya saya ini masih malas untuk bikin postingan lagi. Namun, jari-jari saya seakan sudah gatal untuk menari di atas papan ketik dengan bantuan otak dalam tempurung kepala saya hingga bisa menggores sebuah imaji tentang apapun. Banyak hal yang semalam saya alami dan terjadi dalam rentang waktu lebih dari delapan jam yang lalu. Nanti, saya akan tulis disini, tapi bukan hari ini. Saya belum siap, hehe.. karena saya harus menyusunnya menjadi sebuah refleksi buat diri saya pribadi; syukur bermanfaat buat orang lain.

Monday, June 21, 2010

Hujan dan Sedikit Kenangan

Hujan. Basah. Kadang menggenang. Aku suka bau tanah setelahnya. Alami, apalagi dinikmati sambil menyeruput segelas teh atau kopi.
Oh ya… aku punya sedikit kenangan. Setelah hujan di desa, suatu ketika. Aroma kayu hutan, pohon-pohon dan dedaunan sungguh menentramkan jiwa. Aromaterapi untuk yang luka atau ingin mencari bahagia. Aku ingin kesana. Tapi, malam ini juga?

Mati Rasa. Namun Tidak Kehilangan Cinta

Hari ini seperti biasa, Saya kembali meluangkan waktu sejenak untuk mengunjungi halaman profil Facebook seorang Kecil. Ya, Kecil. Sebut saja demikian, karena Saya pun lebih senang ketika memanggilnya dengan nama tersebut. Tak perlu saya jelaskan disini, ada hubungan apa antara saya dengan Kecil. Namun, ketika saya berhasil mengetik sebuah tulisan atau apapun dalam blog ini, itulah Kecil. Seseorang yang benar-benar menjadi inspirasi dalam menulis.

Saturday, June 19, 2010

Hidup itu Indah dan Saya Tidak Dapat Melihatnya

Seorang anak laki-laki tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya ada beberapa keping uang di dalan topi itu.

Thursday, June 17, 2010

Sampai Kapan Kau akan Bertahan?

Mencoba lari dari duniamu sejauh mungkin
Mencoba menghilang dari jangkauan pandang
Mencoba menghindar dari semua kenangan
Mencoba untuk tak peduli barang sedikitpun

Wednesday, June 16, 2010

Sepotong 'Halo' dan Itu Sudah Cukup

Jakarta, Juni 2008
Hari masih pagi, ketika bunyi alarm telepon seluler Ardi berbunyi. Pukul 05.00. Ardi bergegas bangun, merapikan sisa-sisa berpetualang di alam mimpi semalam. Diluar langit masih gelap, Mentari juga belum ingin bangun dari peraduannya. Satu jam lagi, begitu kata Mentari. Ahh, pagi ini dingin. Bisa terlihat dari jendela kamar Ardi, langit Jakarta tampak muram dengan mendung menggantung hitam. Setelah menyalakan CD player yang ada dikamar mungil itu, Ardi menyambar handuk dan segera mandi. Tidak ada yang istimewa pagi itu, tidak ada sarapan pagi karena Ardi memang tidak terbiasa akan hal ini. Hanya satu, ritual cium tangan dengan keponakannya yang tidak boleh terlewat barang satu kali pun. Pukul 06.45 Ardi segera meninggalkan rumah dan bergabung dengan jutaan manusia Jakarta yang pagi ini, seperti biasa terburu-buru agar segera sampai di tujuan mereka masing-masing. Inilah pemandangan kota besar seperti Jakarta di waktu pagi.

Monday, June 14, 2010

Goresan Pena dan Kertas Surat

Kemarin, saya membaca novel Perahu Kertas seorang Dee. Seharian itu pula saya lupa untuk mengerjakan aktifitas yang lain. Saya tenggelam, asyik dan mencoba berenang di antara ratusan ribu huruf dan puluhan ribu kata. Ada sesuatu yang menginspirasi saya sesudahnya. Entah, mungkin ini sudah menjadi dorongan hati saya sejak lama. Namun, hal ini tidak pernah saya rasa atau pernah terbersit keinginan tapi tak pernah mau saya wujudkan jadi kenyataan. Cukup sederhana. Saya ingin menulis surat dengan tangan dan pena menggantikan pesan singkat lewat telepon seluler seperti biasanya kepada seseorang yang ada di hati saya. Kenapa? Saya tergerak melihat salah satu tokoh, yang begitu setia menulis surat untuk Dewa Neptunus lalu kemudian dihanyutkan lewat sungai dalam bentuk perahu-perahuan. Tokoh itu percaya, kalau pada akhirnya semua aliran air bermuara sampai ke laut. Anda pasti beranggapan kalau hal ini hanya membuang-buang waktu dan tidak efektif. Kemajuan teknologi tidak dimanfaatkan. Lalu mengapa saya tidak memilih untuk mengirim surat elektronik? Bukankah itu sama saja dengan menulis surat pos biasa? Saya akan menjawab itu tidak sama. Sekilas memang hal itu bisa dikatakan sama, tapi buat saya pribadi itu berbeda.

Saturday, June 12, 2010

Saya Mau Bermain Sajak Sabtu

Pagi ini, seorang @perempuansore kembali meracuni pikiran dan imajinasi saya untuk mengolah kata dan menjadikannya bermakna. Tentunya kali ini saya sedang dalam cengkeraman hastag #sajaksabtu. Lucu, semakin hari saya malah tambah asyik bercinta dengan kata ketimbang pacar saya. Ehh, pacar? Ahh... saya lupa, bukan status saya lagi istilah pacar. Pacar saya sekarang adalah huruf, tanda baca dan simbol-simbol yang terangkai menjadi kata, kalimat, dan akhirnya bisa bercerita.

Ini Bukan Haiku - Saya pun Bingung Memberi Judul Apa...

Kemarin sore, saya asyik berjibaku dengan hastag #inibukanhaiku di timeline twitter saya. Baru pertama saya mencoba bermain-main dengan lima suku kata membentuk sebuah pola. Entah berima atau tidak, saya jatuh cinta dengan kata. Terinspirasi dari akun twitter @perempuansore yang memulai permainan kata dalam hastag tersebut. Menyenangkan. Sedikit bisa saya bagi apa yang saya post dalam twitter saya. Memang bukan haiku, karena Haiku tradisional tersusun atas 3 baris, dan masing-masing terdiri dari 5 - 7 - 5 suku kata. Ini adalah puisi tradisional Jepang. Anda suka?

Tuesday, June 1, 2010

For Remember in Life

Dear, my beloved childrens...

When the world is handed problem you can not handle alone, do not trying to solve the problem. However, place it in your prayers (To be completed by God). I'll solve your problem as SCHEDULE which I set myself. All the problems I MUST be completed, but according to schedule, not your schedule.
After all you put your problems in your prayers, do not you think and worry. Instead, focus on all the good things that are happen to you now.