Monday, February 22, 2010

I believe in you - Il Divo feat. Celine Dion



I believe in you 
Lonely the path you have chosen
A restless road no turning back
One day your light again
Don't you know? DOn't let go, be strong

Follow you heart
Let you love lead through the darkness
Back to a place you once knew
I believe, I believe, I believe in you

Follow your dreams
Be yourself, an angel of kindness
There's nothing that you can not do
I believe, I believe, I believe in you

Tout seul
Tu t'en iras tout seul
Coeur ouvert
A L'univers
Poursuis ta quete
Sans regarder derriere
N'attends pas
Que le jour
Se leve

Suis ton etoile
Va jusqu'ou ton reve t'emporte
Un jour tu le toucheras
Si tu croix si tu croix si tu croix
En toi
Suis la lumiere
N'eneins pas la flamme que tu portes
Au fonds de toi souviens-toi
Que je croix que je croix que je croix
Que je croix
En toi

Someday I'll find you
Someday you'll find me to
And when I hold you close
I'll know that is true

Follow your heart
Let you love lead through the darkness
Back to a place you once knew
I believe, I believe, I believe in you

Follow your dreams
Be yourself, an angel of kindness
There's nothing that you can not do
I believe, I believe, I believe in you...
 
------------------------------------------
lunch time, 22nd february 2010
dedicated for someone special who stay in my heart...
i love you dear

Saturday, February 13, 2010

Selamat Ulang Tahun

Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja. Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan. Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah. Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti dihadapannya dan memandang wajahnya. "Ia sungguh cantik" kataku dalam hati, "Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun,tetap saja cantik". Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya. Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak. - 14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku. Hmm… aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya. - 6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati. Jantungku serasa mau berhenti... - 23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui… Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun.Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly. - 4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal dari padaMu. Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu. - 14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil. - 14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan! 18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku. - 7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah. Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah. - 15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent. Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga. Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun… "Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun…"

photo courtesy kolomkita.detik

Friday, February 5, 2010

ketika aku berbicara tentang rasa

dan aku menulis tentang cinta
yang melekatkan dua hati
dalam jalinan kisah dua anak manusia

semula sepi, menjadi berisi...

bahkan tulisan diatas tidak sanggup aku lanjutkan. Aku tidak tahu mengapa, rasanya semua hanya tersaji sebagai imaji dalam relung jiwa dan dalam ranah yang tidak terjangkau oleh tangan serta goresan pena.
Kembali melayang, menembus batas asa tentang anak manusia yang membuat aku mengerti apa itu cinta. Walaupun akhirnya saya terlampau bingung untuk merangkai sebuah pengertian tentang apa yang kurasa.

tercekat, patah dan buyar ketika aku mendapati inspirasi yang telah terkumpul kini hancur lebur dan berantakan.
aku memang butuh sebuah ketenangan, atau mungkin lebih tepat sebuah kedamaian bukan sebuah hingar bingar. bukan pula kemarahan, cacian atau makian.
Namun yang terjadi demikian. Seakan-akan dalam sekejap suasana hati berubah. Ibarat musim yang berganti oleh karena sang waktu, begitulah jiwaku. Tapi bukankah ini terlalu cepat?
Rasa cinta, gelombang serta aura positif seakan lenyap karena sebuah drama yang menyita air mata oleh seorang anak manusia.
Tidak..... tidak.... tidak....
jangan rusak kebahagiaanku, 
jangan pula kau torehkan perasaan yang sama ketika kau jadi bagian dari drama itu.
Aku tidak siap bahkan aku takkan pernah mau.
Hanya ingin diam tapi bukan berarti membisu
dan membisu bukan berarti aku tidak memendam sesuatu.
Aku hanya ingin kembali membangun hati serta hidupku, dari sebuah reruntuhan dan bayang kelam masa lalu.

saat ini aku belum bisa pulihkan keadaanku...
musim gugur masih akan terus ada dan bahkan musim dingin yang akan terus berlanjut.
entah sampai kapan datangnya musim semi itu, hanya sang waktu yang tahu dan setia menemaniku
mungkin memang bukan malam ini...
besok?
takkan pernah ada yang tahu....

kelam yang mengharap fajar pagi
malam, 4 februari 2010
 

***
ditulis dalam suasana yang terbangun indah pada awalnya, berubah kedalam sebuah drama yang memuakkan yang menguras tenaga, memutarbalikkan emosi dan perasaan. Perubahan suasana yang ekstra cepat.
Luar biasa....

Wednesday, February 3, 2010

Sajak Persahabatan

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia  menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa ingin kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam  persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan berbagi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Karena cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika  kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berbagi kegembiraan..
Karena dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan gairah segar kehidupan.
~ Khalil Gibran

entah

tiada inspirasi ketika aku mencoba menelaah apa yang kurasa
meski kucoba untuk terus menggali bahkan jauh lebih dalam
hanya hampa, kosong dan semakin kelam
seakan terbuai dalam asa entah untuk siapa

patah...
hilang...
lenyap...
dan akhirnya tinggalah aku
dalam kesunyian

Tuesday, February 2, 2010

Wonders Girl - I tried

Everytime I pass this road, I’m always infront your house
You must be waiting for me
Without a change from the past,
we’ll probably break up crossing this same road
I told you not too long ago,
that we should remain as friends, it’s too awkward to love
I agreed with you by no choice,
but it hurted so much to understand
I guess I can’t become like you
how I fall asleep thinking about you crying all night
I guess I can’t erase you
even if I try to give up, tears flow everytime I think about you
You call me sometimes,
you’d ask me to meet if I’m not busy
I can’t help but to agree,
because we are friends
Even if we watch a movie together,
eat dinner, drink tea and talk together
Because of you nailed in the middle of my heart
I smile, but tears are keep on trying to flow
I guess I can’t become like you
How I fall asleep thinking about you crying all night
I guess I can’t erase you
Even if I try to give up, tears flow everytime I think about you
Yours and my feelings are so different
I can’t stand it back up anymore
Because I still want to remain by your side,
I try to hide my feelings
I guess I can’t become like you
How I fall asleep thinking about you crying all night
I guess I can’t erase you
Even if I try to give up, tears flow everytime I think about you