Tuesday, January 26, 2010

Sebuah surat untuk Tuhan

Tuhan,
 Aku selalu percaya bahwa semua memang ada saatnya. Saat untuk datang dan ada saat untuk pergi. Ada saat untuk bersama orang lain, namun pada suatu waktu ada saat untuk  lebih baik sendiri. Ada saat untuk menabur dan ada pula saat kita menuai hasilnya. Ada saat untuk menangis, ada saat untuk tersenyum. Ada saat untuk mencintai dan akhirnya ada saat untuk membenci. Namun, ketika sebuah percobaan datang, seringkali aku merasa Engkau jauh dariku. Engkau tidak peduli atau bahkan lupa bahwa Engkau pernah menciptakan diriku. Sepertinya, hatiku mulai tertutup untuk mendengar atau sekedar tahu bahwa Engkau selalu ada disetiap waktuku. Aku percaya, bahwa ada nyanyian indah yang Kau nyanyikan untuk menghiburku. Namun entah mengapa, aku tidak mendengar semuanya itu. Yang ada hanyalah rasa memberontak yang terus hadir dalam hatiku. Bahkan tetesan air mata ini pun aku rasa sudah tidak mampu aku lakukan. Aku menjauh dariMu. Apakah aku hanya menjadi sebuah bagian dari permainanMu? Aku hanya ingin berkata lebih baik Engkau selesaikan saja permainan atas diriku ini.
Namun, seketika itu pula aku sadar, Tuhan. Bahwa memang semua adalah jalan yang terbaik untuk aku, meskipun kadangkala ukuran terbaik itu bukan menurut aku, karena yang terbaik untuk aku belum tentu jadi yang terbaik untukMu, sedang ukuran terbaik menurut rencanaMu sudah pasti terbaik untuk hidupku walaupun itu mungkin menyakitkan. Aku mulai bisa bersyukur Tuhan untuk semua percobaan atau berbagai hal yang pernah hadir dalam hidupku. Baik, buruk, suka, duka, pahit, manis semua memang pada akhirnya membentuk aku menjadi seorang pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Mewarnai hari-hariku dan menorehkan kenangan dalam lembar-lembar buku hidupku.
Akhirnya, ketika aku mulai merendahkan hati dihadapanMu dalam doa malamku, aku mendengar dalam hatiku bahwa Engkau senantiasa mendengar semua keluh kesahku dan terus ada mendampingi setiap langkah hidupku. Sebuah sapaan lembut yang begitu mengena dalam hatiku...
"Anak-Ku hal yang paling membuatKu kecewa adalah ketika Aku tidak kau percayai.. Namun dengan sangat mudah dan cepat kekecewaanKu tiba-tiba hilang tak bersisa, saat kau kembali berlari mencoba meraih tanganKu yang terbuka yang siap merangkulmu, lalu kau memanggilKu Bapa. Karena ketahuilah sedetikpun tak pernah Kualihkan pandanganKu daripadamu, karena kau biji mata-Ku..."

Terima kasih Tuhan
untuk saat terindah dalam hidup


1 comment: