Friday, December 31, 2010

Sebuah Kesimpulan tentang Perjalanan

photo courtesy by google.com

Ini adalah posting terakhir. Maksud saya, ini adalah posting terakhir di tahun 2010. Banyak sekali cerita-cerita manis, suka, senang, sedih, duka, lara, kecewa telah dirasakan. Tidak. Saya tidak akan terlalu bertele-tele, apalagi sekadar menye-menye. Ibarat buku, hari ini saya telah sampai pada bagian kesimpulan. Namun saya tidak akan berhenti, melainkan terus menatap hari-hari baru yang masih harus saya lalui di depan.
Tahun ini, 2010, banyak sekali hal-hal dan sesuatu yang semakin membentuk pribadi saya hingga sampai detik ini saya masih bisa berbagi lewat tulisan ini. Teman-teman baru, sahabat baru dan seseorang yang sangat istimewa buat saya menjadikan hari-hari kemarin itu penuh warna.
Aneka cerita sedih, miris yang terkadang membuat saya menitikkan air mata, atau mungkin hanya sekadar mengelus dada tidak sampai membuat saya harus berhenti dan kemudian menyerah pada keadaan.
Sepenuhnya saya sadar, bahwa saya, manusia yang pasti jauh dari sempurna. Sikap dan perbuatan yang acapkali menorehkan sebuah luka atau sayatan pedih dalam hati orang lain. Dari sini saya terus belajar agar esok, hari baru, tahun yang baru benar-benar bisa memberikan pengalaman berharga bagi diri saya.
Kenangan tetaplah kenangan. Tak selamanya kita harus terkurung bahkan terkungkung oleh kenangan-kenangan yang beberapa diantaranya bahkan sampai harus memeram air mata.
Semua yang terjadi adalah untuk dipelajari. Setiap hal yang kita temui, pada saatnya akan memberikan andil yang besar untuk kita hingga nanti tetap tegak berdiri.

Hari kita masih jauh ke depan. Kita tidak bisa hanya hidup dengan berandai-andai, dan terus terperangkap dalam lubang yang sama. Tidakkan dapat menyatukan kenyataan dengan khayalan, apalagi mengembalikan garis waktu yang sejak dahulu tak pernah berhenti berputar. Dengan iman, semoga kita masih bisa merasakan dengan jernih bagaimana Sang Pencipta menyayangi lebih dari yang kita tahu.

Semoga kita selalu siap melangkah, menatap dunia dan mewarnai kehidupan.

Selamat tahun baru. Tuhan Memberkati kita semua... :)


-setiap kejadian, baik besar maupun kecil, adalah sebuah cara Tuhan untuk berbicara pada kita; dan esensi hidup adalah menerima pesan tersebut-


====================
Edutria, 2010. Ketika sampai akhir di sebuah perjalanan, dan bersiap untuk melangkah ke depan.

Wednesday, December 29, 2010

Cinta dalam Tanda Baca

photo courtesy: google.com

Kalau mencintai itu serupa tanda tanya, semoga itu kau yang jadi jawabannya.
Kalau mencintai itu serupa tanda seru, mungkin hanya kau yang selalu membuatku terharu.
Kalau mencintai itu serupa tanda petik, memang itu kau yang menjadikanku tak berkutik.
Kalau mencintai itu serupa tanda bagi, tak sedetik kau kuhapus dari dalam hati.
Kalau mencintai serupa tanda kurung, mampukan kita untuk tetap selalu terhubung.
Kalau mencintai itu adalah spasi, walau jeda aku tetap menanti.
Kalau mencintai itu tanda koma, bukan berhenti namun akan bertahan cukup lama.
Kalau mencintai itu adalah garis miring, yakinkan aku cinta ini tak akan pernah mengering.
Kalau mencintai itu tanda pagar, semoga menunggu mengajar aku tentang sebuah rasa sabar.
Kalau mencintai itu tanda hubung, kubiarkan kau berlari tanpa harus merasa terkungkung.
Kalau mencintai itu tanda panah, tak perlu bukti bahwa cinta memang selalu terarah.
Kalau mencintai itu tanda bintang, kau tahu bahwa rindu ini takkan hilang?
Kalau mencintai itu sama dengan, semoga bukan inginku semua tuk jadi angan.

...akhirnya...


====================
Edutria, 2010. Absurditas dalam 140 karakter.

Tuesday, December 21, 2010

Bolehkan Aku Sekali Ini


Bolehkan aku sekali ini, menggenggam jemarimu, di tempat yang sama kita pernah sehati; di bawah guyuran hujan dan jalan panjang mendaki.
Bolehkan aku sekali ini, menggamit lengan-lengan kecilmu dan tak kubiarkan kau jatuh untuk kedua kali.
Bolehkan aku sekali ini, menyimpan aksara yang menyusun sempurna namamu, kelak kan kupajang indah dalam bingkai dasar hatiku.
Bolehkan aku sekali ini, tetap menyaru dalam wujud dan rupa yang lain, agar senantiasa aku bisa memandang tanpa perlu kau tahu.

Aku ingin kembali menyesap rindu dan menggigit kelu; saat tiba waktu, agar aku tahu bahwa kita sudah tidak lagi bersatu.


=================
Edutria, 2010. Imajiner di ruang 140 karakter.
Ps: ini mungkin bukan tentang aku, atau kamu. Ini tentang kita.

Wednesday, December 15, 2010

Pamit Pergi, Adik Kecil


Sebuah awal memang selalu indah. Ketika di tengah, mulai tersendat, jatuh tersungkur dan bahkan berhenti sama sekali; semoga kau siap saat itu.
Aku hanya akan melihat langkahmu dari sini. Tidak membantu, menegur pun tak.
Kupikir kau telah cukup kuat untuk melangkah sendiri.
Karena aku mulai terbiasa untuk meniadakan kehadiranmu dalam hidupku.
Kau bahagia, aku pun demikian.
Hei, kau sudah bersama orang yang tepat? Syukurlah. Semoga memang baik adanya.
Sebaiknya, tak usah lagi terlalu nyinyir padaku. Sayang sekali pita suaramu untuk mengucap.
Aku ingin kau tetap diam; tidak peduli itu jauh lebih baik.
Kecuali kalau memang waktumu masih tersisa barang semenit untuk memikirkanku.

...aku pamit, adik Kecil...


=============
Edutria, 2010. Absurditas dalam ruang 140 karakter.

Kala Kita Setahun yang Lalu

...Sebuah keputusan selalu membawa keputusan yang lain...
Desember ini, setahun yang lalu..
Sebuah operasi di kaki, obrolan dua manusia, dan rentang jarak.
Jakarta, Solo, dan Bandung. 3 kota yang tanpa sengaja mempertemukan sepasang manusia.
Kita belum saling mengenal saat itu. Kemudian, basa-basi mulai mengalir menemani perkenalan kita.
Berbicara tentang entah dan apapun, menjadi sebuah awal cerita ini. Di mulai dari bangsal rumah sakit.
Tak perlu waktu lama hingga akhirnya kita mulai akrab satu sama lain.
Menghabiskan sepanjang hari dengan serangkaian terapi, dan aku membantu menyemangatimu.
Kami memang punya banyak kesamaan. Setidaknya, kami sama-sama beruntung karena dipertemukan.
Kau mulai gusar ketika bosan menghinggapi hari-harimu yg penuh jadwal terapi. "Kapan aku sembuh, Dul?" katamu.
"Segera, kau akan sembuh. Jangan kau isi pikiranmu dengan ketakutan-ketakutanmu. Semua akan berjalan baik." hiburku.
"Dengan tongkat ini, Dul? Ah aku masih belum siap. Bahkan kini aku tak bisa lagi berlari."
Hei, kau ini anak yang kuat setahuku. Kalah dan malu hanya karena tongkat? Ini sementara, Win. Bukan selamanya. Kau mau cepat sembuh?
"Tapi, Dul.." Kau dengan cepat memotong kalimatku.
Kau ini. Masih ada aku yang siap membantu kapan kau mau. Masih juga malu? Tidak, tak seorang pun yang menjatuhkan mentalmu.
Sudah. Pakai tongkatmu. Kalau masih mampu berdiri tegak dengan semua yang terjadi. Aku rasa, itu bukanlah sebuah beban. Tuhan tidak pernah memberikan ujian lebih daripada kemampuan umatnya.
"Kau terlalu banyak ceramah, Dul. Kebiasaan burukmu yang sok tahu." Win ganti mengomel.
Haha, aku tidak ceramah. Kalau ceramah itu enak, dibayar. Lah aku? Ditimpukin sendal sama kamu, Win.
Sudah. Belajar jalan pakai tongkatmu. Satu bulan, tak lebih kau bisa lepas alat itu. Dan besok, kau boleh pulang, kan?
Tapi, aku malu, Dul.
Kalau malu, potong saja kakimu. Kita bertukar kaki. Kamu mau?

Bagi kami, obrolan dan perdebatan sengit di sebuah kamar rumah sakit itu semakin membuat kami paham satu dengan yang lain, menumbuhkan getar dan geletar yang terasa aneh dalam benak kami berdua. Kalian mungkin akan tahu, perasaan seperti apa yang ada pada kami berdua.

Yah, kau ini periang dengan kadar humor yang cukup bagus. Walaupun di satu waktu, emosi tinggi jadi ciri khasmu.
Memang, tak selamanya aku bisa menjagamu seperti ketika aku menemani hari-harimu dengan obrolan ringan di sebuah bangsal rumah sakit di kota Solo itu.
Kita harus melanjutkan kembali hidup yang kemarin mungkin sempat tertahan oleh sebuah tombol 'PAUSE'. Tidak juga kebetulan, karena itu telah digariskan Tuhan.
...dan kita berjalan menuju kota masing-masing walau kita pun sama-sama tahu ini bukan perpisahan.

Ternyata, Jakarta - Bandung itu kemudian terasa tak berjarak sama sekali ketika kita kembali dari Solo. Bangsal rumah sakit itu.
Walau kadang masih terbersit rindu, kita mulai terbiasa dengan perubahan yang terjadi.
Aku yakin, bahwa rindu adalah perasaan seolah ditarik sesuatu yang terkadang sampai memeram air mata.
***
Sebuah pertemuan (kembali) di hari minggu
Tak terasa hari itu, Minggu ketika keretaku bergerak melambat setelah 3,5jam perjalanan dari Jakarta dan kini sampai di Bandung.
Bukan perjalanan membosankan. Aku menikmatinya. Sengaja kupilih kereta dengan jadwal paling pagi agar aku masih bisa merasakan sisa-sisa keindahan dari terbitnya fajar dan segarnya udara lewat gerbong-gerbong kereta yang hari itu tampak tak begitu ramai; walau juga tak bisa dikatakan sepi.
Mungkin tingkahku kemudian di Stasiun Bandung membuatmu menahan tawa.
Iya, tenang saja. Aku selalu ingat bagaimana aku bisa salah berjalan keluar dari stasiun lewat pintu yang tidak seharusnya. Kau di ujung sana sedang aku berdiri mematung di sebuah pintu keluar yang lain.

Kau ingat? Itu seminggu sebelum natal tiba. Seperti hari ini. Walaupun lebih beberapa hari kali ini.
Akhirnya, kita sama-sama membuat sebuah janji. Semacam resolusi. Demikian orang lain biasa menyebutkan.

Dua buah surat, 26 Desember 2009. Suratku, suratmu, surat kita yang melebur jadi satu. Terima kasih boleh mengenal dirimu.

...aku sayang kamu...

***
Selalu ada hal-hal manis untuk dikenang dari sebuah cerita. FIN.

==================
Edutria, 2010. hampir setahun Hidup Itu Indah -a personal blog.
Win, seseorang dibalik Hidup Itu Indah, blog yang sedang kalian baca ini; membantu saya menggali inspirasi. Dia intisari dari apa, bagaimana, dan semua yang telah saya tulis.
Ada nama lain yg menjadi inspirasi tulisan saya sampai saat ini. Kecil, sosok sederhana yang membius saya untuk menulis segala hal tentang hidup.
Entah mana yang berpengaruh kuat terhadap tulisan saya, tapi Win menjadikan seutuhnya diri saya tanpa terjebak kumparan aneka peristiwa dengan luka masa lalu.
Surat Antar Dua Orang Sahabat adalah kesimpulan yang mengagumkan dari berbagai macam obrolan di bangsal rumah sakit. Akhirnya. Postingan pertama, sejak blog ini resmi saya publikasikan untuk umum.

Sekian. Selamat beraktifitas kembali.
Ps: kau yang disana, suatu saat kau akan mengerti :)

Wednesday, December 8, 2010

Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu. Dua kata yang sulit diberi makna.
Aku mencintaimu. Dua kata yang terpisah jeda dan jarak oleh serentetan peristiwa.
Aku mencintaimu. Dua kata terucap berulang kali sampai aku sendiri diam tak mengerti.
Aku mencintaimu. Karena sungguh aku memang mencintaimu.


...dan itu sudah cukup...


=========
Edutria, 2010.

Wednesday, October 27, 2010

Desa Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan Sleman Yogyakarta Setelah Letusan Gunung Merapi

Desa Kinahrejo luluh lantak setelah terjangan awan panas akibat letusan Gunung Merapi,  Selasa (26/10) pukul 16.55 WIB.
Reruntuhan rumah dan seekor sapi yang mati setelah terjangan awan panas akibat letusan Gunung Merapi.

Wednesday, October 20, 2010

Surat buat Presiden

Temans,
Pagi ini saya blogwalking dan nemuin sebuah postingan blog yang menurut saya cukup inspiratif dan menyentuh. Silakan klik link Mba Jenny Jusuf ini untuk membacanya...


===============
Edutria, 20102010. Setahun pemerintahan Pak Beye.

Thursday, October 14, 2010

Selamat Ulang Tahun, Ed...


Selamat ulang tahun, Ed...
semoga dengan jatah umur yang berkurang lagi satu, tak membuatmu lupa dengan semua pencapaianmu.
Tetap jadikan Dia sebagai nomor satu dan teratas dalam hidupmu.
Kau kini makin dewasa, semoga saja bukan hanya dewasa fisikmu, tapi juga dewasa pemikiranmu.
Aku tak harus mengulang satu-satu dan menjelaskan apa serta bagaimana dengan semua yang sudah terjadi di masa lalu. Namun, aku hanya ingin kau menjadikan itu sebagai cermin dan juga goresan sejarah atau katakanlah kenangan dalam hati.
Bisa kau longok setiap saat, kapanpun kau mau.. Karena semua itu tersusun rapi dalam bilik memori, jauh di dasar hatimu..

dariku,
seorang manusia...

=============
Edutria, October 14th 2010. My birthday... onion,emoticononion,emoticon

Tuesday, October 12, 2010

Hadir Kembali

hei, sepertinya aku sudah terlalu lama berhibernasi sehingga lupa kalau aku sejatinya memang harus terus menulis. Sebentar, biar kuselesaikan dulu kalimatku. Apa? Kau sudah tak sabar? Baiklah... Tunggu saja, banyak kisah yang akan aku bagi. Biar kuketik perlahan dulu...

edutria, 2010. mengawali hari....

Saturday, September 4, 2010

Kalau Hujan

photo grabbed from here
***
Kalau hujan itu titik rindu yang berguguran. Ku pungut satu persatu, tak tersisa, ku masukkan toples di hatiku.
Kalau hujan aku mengingat tentangmu. Saat ini entah untuk yang berapa kali...
Kalau hujan bisa menghapus jejak luka karenamu, biarlah aku pulang tak berpayung.

Saturday, August 21, 2010

Ketika Badai Itu Ada

photo grabbed from here
***

kau memang tak mendua, tapi pintar bermain kata. Kau memang membuat luka, dan aku takkan lupa.
kau mungkin tak terkesan. buka hatimu, disini ada sedikit pesan. Di bawah rintik hujan, dalam perjalanan. Itu segar dalam ingatan.

Aku Hanya Ingin Menulis, Itu Saja

photo grabbed from here
***

Aku menulis ketika jiwaku terperangkap dalam belantara kata yang menjadikannya kalimat untuk bercerita.

Pasir dan Batu

 photo grabbed from here
***

Kisah ini menceritakan tentang dua orang sahabat yang berjalan melintasi gurun pasir. Saat berjalannya waktu mereka mulai bertengkar dan yang satu menampar pipi sahabatnya. Seorang yang ditampar pipinya, hatinya terluka tapi tanpa berkata sepatah katapun dia kemudian menulis di pasir :

"Hari ini sahabat baikku menampar wajahku."

Sunday, August 15, 2010

Tentang Dia

gambar dipinjam dari sini
*** 
=sedikit monolog tentang cerita seseorang=
Waktu meringkusku dalam labirin perasaan yang bernama indah, yang hampir semua orang kadang sulit mencerna maknanya sekalipun hal itu terus berkelindan dalam otaknya. Cinta.
Aku mengingatmu, malam itu. Mungkin malam-malam sebelumnya, aku telah mulai memperhatikan sosokmu, hanya kau yang tak pernah tahu sampai aku menulis kata-kata ini.
Tak pernah aku tahu alasan apa yang hingga akhirnya aku mulai memperhatikanmu.

Saturday, August 7, 2010

Imajiner Manusia dan Tu(h)annya

foto dipinjam dari sini
***
 
tu(h)an.. kau mengajarkan kita tidak boleh mendendam apalagi terus-terusan mengungkit kesalahan masa lalu orang lain yang mungkin saat ini seseorang tersebut sudah berubah menjadi sedikit lebih baik.
tapi tu(h)an mengapa masih ada segelintir orang yang bersikap seperti itu? Apa yang sebenarnya mereka cari? mungkin kau tahu sesuatu, tu(h)an...

Pergi...

foto dipinjam dari sini

Pergi itu adalah sebuah titik tolak yang berujung pada pulang di titik kembali.
Pergi itu sebuah pilihan dimana kita berjalan menjauh satu sama lain dengan membawa pikiran-pikiran abstrak masing-masing.

Wednesday, July 28, 2010

Mencintaimu itu...

photos grabbed from here
***

Mencintaimu itu bukan perkara benar atau salah. karena yang menentukan adalah hati tak pernah bisa berdusta.
Mencintaimu itu tidak sekedar menjangkau sesuatu yg terlihat, bahkan lebih dari sebuah pemaknaan dari semua rasa dan karsa yg tak kasat mata.
Mencintaimu tidak selalu tentang kau ini perempuan atau lelaki, karena cinta takkan pernah memandang hal itu.

Wednesday, July 21, 2010

Hawa Liburan

[foto dipinjam dari sini]

Saya mulai mencium bau liburan disekitar saya. Hmm.. bau yang khas, seakan mengajak saya untuk segera angkat ransel, jinjing sepatu, pakai sendal jepit kesayangan dan segera berangkat. Kemanapun itu, rasanya tidak pernah bosan untuk saya menjelajah setiap sudut tempat yang selama ini belum pernah tersentuh dan di jejak oleh kedua kaki saya. Tidak harus diluar kota, kadang saya pengen jadi turis di kota sendiri dan pasti ada saja hal menarik yang saya temui.
Kali ini lain, sebentar lagi saya akan punya waktu liburan yang bisa dikatakan panjang atau tidak terikat oleh kesibukan saya sebagai seorang pekerja kantor. Hahaha... bisa ditebak saya akan jadi seorang pengacara, pengangguran banyak acara. Benar-benar banyak acara, karena di kamus pikiran saya, tidak pernah ada istilah lontang-lantung ga jelas. Pokoknya beristirahat dan menikmati kebebasan yang jarang saya temui baru kemudian mulai fokus dengan pekerjaan atau sesuatu yang baru.

Hampa (dalam 140 karakter...)

Saturday, July 17, 2010

Semua Indah Pada Waktu-Nya

gambar dipinjam dari sini
***

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

Tuesday, July 13, 2010

She Is My Friend and I Love Her (A Friendship Story)

photo grabbed from here
last night, I again opened my magazine collection and found this short story. I've read it several times and always makes me shed tears afterwards. The original is in Bahasa Indonesia.
***

A quiet morning in Korea, in a small village, there was a tiny wooden building whose roof is covered by a zinc. It is an orphanage where many children live due to their parents died in the war.
Suddenly, the morning silence was broken by the sound of mortars that fell on top of that orphanage. The roof was destroyed by the explosion, and pieces of zinc was thrown across the room that makes a lot of wounded orphans. There was a little girl wounded in the leg by a piece of zinc, and her legs almost severed. She was lying on the rubbles when found, the rescue team immediately carried out and someone was sent immediately to the nearest hospital for help.

Friday, July 9, 2010

I Love You because I Love You

foto saya pinjam dari sini
[cerita kedua yang dikirim seorang teman melalui email]

Namanya Anton. Seorang pemuda yang menjadi buta karena kecelakaan. Sejak saat itu, ia merasa terasing dari lingkungannya. Ia merasa tidak ada seorang pun yang memperhatikan atau menyayanginya. Hingga kemudian hadirlah Intan dalam hidupnya. Intan sangat sayang dan perhatian pada Anton. Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Anton sebagai suatu kekurangan yang berarti. Ia sungguh-sungguh mencintai Anton dengan tulus.

Wednesday, July 7, 2010

Kisah Sebuah Pensil

foto saya pinjam dari sini
[Cerita ini dikirimkan oleh seorang teman melalui email. Saya bagi disini, semoga kalian suka]

Seorang nenek yang sedang menulis surat menasihati cucunya:
"Nenek harap kamu akan seperti pensil ini ketika kamu besar nanti. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

Tuesday, July 6, 2010

Maafkan Aku

foto dipinjam dari sini
[coba kau baca cerita ini sambil dengerin musik yang ada di sidebar]

Sebut aku lelaki yang egois, tidak apa-apa.... Aku memang (seperti) bukan orang yang baik untuk dicintai.
Aku lelaki yang menuntut KESETIAAN TOTAL dari pasanganku. Namun, terkadang aku (seperti) 'player' yang masih suka bermain ke kiri dan ke kanan dengan banyak orang.
Mungkin terlihat tidak fair, tapi hey.., itu kesempatan Kamu untuk menilai seberapa serius aku memperjuangkan dirimu.

Sunday, July 4, 2010

Bintang Jatuh


"ketika kau melihat bintang jatuh, percaya atau tidak, usahakan untuk mengucap barang sedikit keinginanmu atau cita-citamu. Tuhan akan mendengar doamu..." -Bapak

Jogjakarta, Juli 2005
Dari kecil aku selalu penasaran dengan yang orang bilang tentang bintang jatuh. Aku sendiri tidak pernah sekali melihat fenomena itu secara langsung dengan kedua mataku. Namun aku sendiri yakin suatu saat, entah itu kapan aku pasti bisa melihat bintang itu. Aku selama ini hanya membayangkan sendiri dalam imajinasiku yang bermain-main di tempurung otakku. Seperti apakah bintang itu, sehingga banyak orang termasuk teman-temanku begitu antusias ingin melihat sendiri keajaiban Tuhan yang satu itu.

Saturday, July 3, 2010

Kutulis Sedikit Tentang Kamu

"ada yang bilang KAMU tanpa AKU hanya bisa jadi M. Namun kataku, M bisa mencari AKU yang lain bukan untuk bilang KAMU tapi KITA. Karena tidak ada lagi satu melainkan dua. Jadi apa yang lebih tepat sekarang kalau bukan KITA?" -edutria

Cinta dan Segelas Es Krim

pikiran kembali menari-nari ketika sebuah memori datang siang hari
di bangku tempat kita dulu pernah menghabiskan waktu
disebuah sudut tempat, berdua setelah sebuah perjalanan
matahari tengah bersinar terik, memamerkan sinarnya tanpa mau ikut terusik
dihadapan kita, dua buah gelas es krim lembut yang aku tahu itu favoritmu...

Thursday, July 1, 2010

Girls Can Cook and Boys Can Cook.... Better!!

Kemarin saya buka-buka koleksi foto-foto hasil eksperimen saya memasak dan menemukan beberapa foto yang kelihatan menarik untuk diposting. Saya memang hobi memasak, lebih tepatnya yang berhubungan dengan dessert, snack, ataupun pastries. Masak memang bisa, tapi kurang begitu tertarik. Kenapa? Setiap saya masak, pasti selalu keasinan dan ujung-ujungnya cuma komplain yang saya dapat dari teman-teman ataupun keluarga yang mencicipi hasil masakan saya. Selain faktor tersebut, ide dan kreatifitas saya seperti mandheg (bahasa Jawa: berhenti) untuk membuat sesuatu yang bisa menaikkan penampilan masakan tersebut. Ahh... saya memang tidak berbakat disini.

Monday, June 28, 2010

Pintu Besi dan Sebuah Anak Kunci

Seseorang berkata demikian, „Kekuatan tidak bisa membuka sebuah pintu besi yang besar; tetapi kunci kecil bisa“. Sekilas memang benar pernyataan orang tersebut. Namun, jika kita telaah lebih dalam maksud dari kalimat tersebut, apakah memang demikian? Ini bukanlah soal benar atau salah, tapi yang kita butuhkan disini adalah sebuah cara pandang yang lebih luas untuk kemudian menyimpulkan apakah kalimat ini sesuai atau tidak. Dalam kacamata saya, kekuatan bisa membuka pintu itu tetapi tidak selalu bisa.

Saturday, June 26, 2010

Aku Ingin Ini Tak Berjudul (Sebuah Perenungan untuk Hati...)

sebuah tanggal di hari senin,
Aku terdiam tak percaya dengan semua yang aku baca. Didepan mataku, berderet tulisan dan kalimat-kalimat yang sontak membuat hatiku luluh lantak. Inikah yang akhirnya aku terima setelah aku mencoba untuk sekedar memberi sapaan singkat menanyakan keadaan dirinya. Aku masih tidak percaya. Kutepuk pipiku sendiri. Sakit. Aku tidak sedang bermimpi. Seolah-olah didepannya, aku adalah seorang asing yang sama sekali tidak dia kenal. Alih alih dia mau berkenalan denganku, rasanya kehadiranku tidak diharapkannya.

Thursday, June 24, 2010

Who Are You?

There is so much more, out the shadows...
either you hide yourself in the shade of tree against the sun's rays of God
and mourn about the evil shadow that prevents the light
or you go out..

Tuesday, June 22, 2010

Saya #Bahagia karena #Setia

Hai, apa kabar? Sebenarnya saya ini masih malas untuk bikin postingan lagi. Namun, jari-jari saya seakan sudah gatal untuk menari di atas papan ketik dengan bantuan otak dalam tempurung kepala saya hingga bisa menggores sebuah imaji tentang apapun. Banyak hal yang semalam saya alami dan terjadi dalam rentang waktu lebih dari delapan jam yang lalu. Nanti, saya akan tulis disini, tapi bukan hari ini. Saya belum siap, hehe.. karena saya harus menyusunnya menjadi sebuah refleksi buat diri saya pribadi; syukur bermanfaat buat orang lain.

Monday, June 21, 2010

Hujan dan Sedikit Kenangan

Hujan. Basah. Kadang menggenang. Aku suka bau tanah setelahnya. Alami, apalagi dinikmati sambil menyeruput segelas teh atau kopi.
Oh ya… aku punya sedikit kenangan. Setelah hujan di desa, suatu ketika. Aroma kayu hutan, pohon-pohon dan dedaunan sungguh menentramkan jiwa. Aromaterapi untuk yang luka atau ingin mencari bahagia. Aku ingin kesana. Tapi, malam ini juga?

Mati Rasa. Namun Tidak Kehilangan Cinta

Hari ini seperti biasa, Saya kembali meluangkan waktu sejenak untuk mengunjungi halaman profil Facebook seorang Kecil. Ya, Kecil. Sebut saja demikian, karena Saya pun lebih senang ketika memanggilnya dengan nama tersebut. Tak perlu saya jelaskan disini, ada hubungan apa antara saya dengan Kecil. Namun, ketika saya berhasil mengetik sebuah tulisan atau apapun dalam blog ini, itulah Kecil. Seseorang yang benar-benar menjadi inspirasi dalam menulis.

Saturday, June 19, 2010

Hidup itu Indah dan Saya Tidak Dapat Melihatnya

Seorang anak laki-laki tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya ada beberapa keping uang di dalan topi itu.

Thursday, June 17, 2010

Sampai Kapan Kau akan Bertahan?

Mencoba lari dari duniamu sejauh mungkin
Mencoba menghilang dari jangkauan pandang
Mencoba menghindar dari semua kenangan
Mencoba untuk tak peduli barang sedikitpun

Wednesday, June 16, 2010

Sepotong 'Halo' dan Itu Sudah Cukup

Jakarta, Juni 2008
Hari masih pagi, ketika bunyi alarm telepon seluler Ardi berbunyi. Pukul 05.00. Ardi bergegas bangun, merapikan sisa-sisa berpetualang di alam mimpi semalam. Diluar langit masih gelap, Mentari juga belum ingin bangun dari peraduannya. Satu jam lagi, begitu kata Mentari. Ahh, pagi ini dingin. Bisa terlihat dari jendela kamar Ardi, langit Jakarta tampak muram dengan mendung menggantung hitam. Setelah menyalakan CD player yang ada dikamar mungil itu, Ardi menyambar handuk dan segera mandi. Tidak ada yang istimewa pagi itu, tidak ada sarapan pagi karena Ardi memang tidak terbiasa akan hal ini. Hanya satu, ritual cium tangan dengan keponakannya yang tidak boleh terlewat barang satu kali pun. Pukul 06.45 Ardi segera meninggalkan rumah dan bergabung dengan jutaan manusia Jakarta yang pagi ini, seperti biasa terburu-buru agar segera sampai di tujuan mereka masing-masing. Inilah pemandangan kota besar seperti Jakarta di waktu pagi.

Monday, June 14, 2010

Goresan Pena dan Kertas Surat

Kemarin, saya membaca novel Perahu Kertas seorang Dee. Seharian itu pula saya lupa untuk mengerjakan aktifitas yang lain. Saya tenggelam, asyik dan mencoba berenang di antara ratusan ribu huruf dan puluhan ribu kata. Ada sesuatu yang menginspirasi saya sesudahnya. Entah, mungkin ini sudah menjadi dorongan hati saya sejak lama. Namun, hal ini tidak pernah saya rasa atau pernah terbersit keinginan tapi tak pernah mau saya wujudkan jadi kenyataan. Cukup sederhana. Saya ingin menulis surat dengan tangan dan pena menggantikan pesan singkat lewat telepon seluler seperti biasanya kepada seseorang yang ada di hati saya. Kenapa? Saya tergerak melihat salah satu tokoh, yang begitu setia menulis surat untuk Dewa Neptunus lalu kemudian dihanyutkan lewat sungai dalam bentuk perahu-perahuan. Tokoh itu percaya, kalau pada akhirnya semua aliran air bermuara sampai ke laut. Anda pasti beranggapan kalau hal ini hanya membuang-buang waktu dan tidak efektif. Kemajuan teknologi tidak dimanfaatkan. Lalu mengapa saya tidak memilih untuk mengirim surat elektronik? Bukankah itu sama saja dengan menulis surat pos biasa? Saya akan menjawab itu tidak sama. Sekilas memang hal itu bisa dikatakan sama, tapi buat saya pribadi itu berbeda.

Saturday, June 12, 2010

Saya Mau Bermain Sajak Sabtu

Pagi ini, seorang @perempuansore kembali meracuni pikiran dan imajinasi saya untuk mengolah kata dan menjadikannya bermakna. Tentunya kali ini saya sedang dalam cengkeraman hastag #sajaksabtu. Lucu, semakin hari saya malah tambah asyik bercinta dengan kata ketimbang pacar saya. Ehh, pacar? Ahh... saya lupa, bukan status saya lagi istilah pacar. Pacar saya sekarang adalah huruf, tanda baca dan simbol-simbol yang terangkai menjadi kata, kalimat, dan akhirnya bisa bercerita.

Ini Bukan Haiku - Saya pun Bingung Memberi Judul Apa...

Kemarin sore, saya asyik berjibaku dengan hastag #inibukanhaiku di timeline twitter saya. Baru pertama saya mencoba bermain-main dengan lima suku kata membentuk sebuah pola. Entah berima atau tidak, saya jatuh cinta dengan kata. Terinspirasi dari akun twitter @perempuansore yang memulai permainan kata dalam hastag tersebut. Menyenangkan. Sedikit bisa saya bagi apa yang saya post dalam twitter saya. Memang bukan haiku, karena Haiku tradisional tersusun atas 3 baris, dan masing-masing terdiri dari 5 - 7 - 5 suku kata. Ini adalah puisi tradisional Jepang. Anda suka?

Tuesday, June 1, 2010

For Remember in Life

Dear, my beloved childrens...

When the world is handed problem you can not handle alone, do not trying to solve the problem. However, place it in your prayers (To be completed by God). I'll solve your problem as SCHEDULE which I set myself. All the problems I MUST be completed, but according to schedule, not your schedule.
After all you put your problems in your prayers, do not you think and worry. Instead, focus on all the good things that are happen to you now.

Thursday, May 27, 2010

Sesosok Kau untuk Sekeping Hatiku... (inspired by true story)

terima kasihku untuk seseorang hingga bisa aku buat cerita ini..

***

Sudut ruangan tak bertuan, di pertengahan bulan April
Aku secara tidak sengaja membuka kembali arsip surat-surat elektronik yang aku kirim dan terima, aku menemukan sebuah surat yang dulu pernah dikirimkan untuk seseorang yang begitu berarti buat diriku, mungkin sampai saat ini. Kuingat, surat itu ditulis ketika hubungan ku dan dia mulai renggang bahkan boleh dikatakan sedang dalam titik terendah sepanjang perjalanan hubungan kita berdua. Entah, tiba-tiba aku bisa menulis surat yang menurut aku begitu indah ketika aku membaca kembali berulang-ulang. Inikah sebenarnya apa yang aku rasakan? Ini sedikit petikan surat tersebut.

Friday, May 21, 2010

Dear Lovely, Selamat Pagi...

Dear lovely, tahukah kamu, kalimat apa yang saat ini sedang bermain dan terus berada dalam arena bermain otakku? SELAMAT PAGI... ya, kalimat itu.
Dear lovely, rasanya tak pernah diri ini merasa bosan untuk mengatakan kalimat tersebut. sudah menjadi kebiasaanku mungkin.
Dear lovely, ditemani teh atau secangkir kopi, mari kita bersama membuka hari.

Inikah Cinta?



aku terlempar dalam kesunyian,
hanya ada aku dan dia...
bukankah hanya perlu dua aksara
melengkapi kata menjadi genap

ia memegang tangan ini kuat-kuat
menyandarkan beban tubuhnya dibahu
ia memelukku...

aku seperti tersengat arus listrik
tapi malah semakin lekat.
tak bisa lepas... atau tak mau?

aku tak pernah bisa melukiskan
sosok dirinya hari itu
setiap patah kata menjadi lumpuh
kehilangan makna

ataukah aku telah kehilangan logika
dan mengganti dengan sesuatu
yang orang sebut sebagai perasaan?
inikah cinta?

dihadapannya aku luluh
seperti kayu yang dilalap nyala api
menjadi abu...
aku tak juga beranjak pergi
hanya terpaku

hanya sanggup memandang dirinya
sesekali mata ini saling beradu pandang

hening...
menghias kalimat tanpa kata
terdengar indah dengan caranya...




*****
Edutria | Jakarta, 17 Maret 2010
aku sepertinya jatuh cinta...

untuk seorang Kecilku, entah mengapa sejak aku menghabiskan waktu bersama denganmu, aku bahagia. Atau aku telah jatuh cinta, ketika tak bisa kuungkap lagi semua perasaan yang bergejolak dalam hati...

Terima Kasih, Cinta...

tak ada alasan untuk membencimu,
sama seperti tak ada alasan untuk tetap bertahan mencintaimu
kau tetap sama
kini kubiarkan kau terbang

tlah cukup rasanya aku
terus terikat dengan masa lalu
biarkan aku bangkit
dan terus berlari
menembus langit malam ini
mencari hati untuk disinggahi

dan kau,
tetap dalam hati dan kenanganku
takkan kuhapus itu.
meski mengingatmu
kadang membuka luka
dibeberapa bagian kisah hidupku

ahh, sudahlah...
kini kau terbanglah
terbang yang tinggi, aku melepasmu
lekas... kepakkan sayapmu

karena kau pun harus tau
hidup akan tetap berwarna dan selalu baru
meski aku tak lagi menggenggam jemari kecilmu

aku titip doa untukmu ya...
bagaimanapun kau pernah ada
mengisi sebelah bagian hatiku
dengan cintamu

terima kasih untuk setiap tetes air mata
yang sering tanpa sadar
meleleh dari kedua mata indah itu
aku menghargai semuanya

sekarang aku abadikan sosokmu
di suatu tempat dalam hatiku
takkan kulupa
namun tak jua ingin membuka

biar engkau tetap jadi cerita,
penawar rindu dan duka...
oh, ya..
aku juga tidak perlu ijin kan
untuk mengingatmu kapan-kapan?

terbang... dan terus terbang
masih banyak hati
yang menunggu untuk kau bagi
dengan cintamu.
Tuhan masih menyayangimu
dan akan tetap seperti itu

terima kasih cinta,
karena denganmu aku pernah merasa bahagia...




*****
Edutria, 190510 - 04.44am
time to move on....

Musik ini yang berbicara...

biarkan musik ini berbicara, pengganti hati yang tak mengucap sepatah kata. kau pun akan tahu betapa aku bahagia karenamu...
tidak. bukan lirik yang indah, hanya seperti melodi dlm sebuah simfoni yg mengena relung jiwa. inilah aku dengan cinta yang sederhana...

Edutria | disebuah pagi hari sabtu...

Akhir dari Cerita

Bintang yang kutunjuk cahayanya berubah kelam
hancur jatuh berantakan.
padahal belum sempat kusampaikan sajak cinta untuknya

dan ditaman langit pun seolah suram
petang pun tak benderang
membuat hatiku kian temaram

bintang hati ini telah lebur terganti
namun tiada arti.
sajak ini suram tak ada titik terang
atau membuatku berteman

mungkin inikah akhir cinta
di kala malam berhias sinar purnama
menyatu dalam angin mengalun pilu?

purnama itu terluka
bercucuran airmata ditahan senyum sayup
merekat dengan cinta
dalam pertemuan di iringi sepatah kata

"ini yang terbaik", bisikmu
seolah panah melesat menerobos
dinding hati yang tengah terluka...

hingga akhirnya daun menari sendu,
angin melantun pilu.
perpisahan memang harus tercipta

kembali malam merapat pulang,
di tengah sesal jalanku kini terkikis kelam...


***
Jogjakarta, hanya kita yang tahu

***********************
ditulis bersambung dalam 140 karakter di akun twitter @edutria

Pagi hariku di terminal Jogja...

tak pernah cukup kata yang sanggup melukiskan hatiku,
aku bahagia, boleh mereguk manis cinta
sekali lagi dengannya dalam ruang dan waktu
tanpa terpisah oleh jarak dan ribuan penantian
siang dan malam...

Edutria | Jogjakarta, 140310 - pagi hari disebuah ruang tunggu terminal Giwangan

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
..
Sapardi Djoko Damono | Aku Ingin

Jogjakarta, 150310

tak pernah cukup kata untuk membungkus keindahan yang ada pada dirimu. segalanya baik dan kekurangan melebur jadi satu, menciptakan suatu imaji untuk kulihat sebagai keindahan yang lain. kau terlelap dan hanyut dalam tidurmu, di sandarkan pada bahuku yang sanggup menopang beban tubuhmu. hampir tidak kulihat kepayahan yang ada di hatimu. aku tahu hari itu adalah hari yang berat untukku dan juga untukmu… hanya ada damai dan senyum dalam lelap tidur, juga mimpi indahmu….
Edutria | Jogjakarta, 150310 - suatu sore dibawah rintik hujan dalam sebuah perjalanan

Monday, February 22, 2010

I believe in you - Il Divo feat. Celine Dion



I believe in you 
Lonely the path you have chosen
A restless road no turning back
One day your light again
Don't you know? DOn't let go, be strong

Follow you heart
Let you love lead through the darkness
Back to a place you once knew
I believe, I believe, I believe in you

Follow your dreams
Be yourself, an angel of kindness
There's nothing that you can not do
I believe, I believe, I believe in you

Tout seul
Tu t'en iras tout seul
Coeur ouvert
A L'univers
Poursuis ta quete
Sans regarder derriere
N'attends pas
Que le jour
Se leve

Suis ton etoile
Va jusqu'ou ton reve t'emporte
Un jour tu le toucheras
Si tu croix si tu croix si tu croix
En toi
Suis la lumiere
N'eneins pas la flamme que tu portes
Au fonds de toi souviens-toi
Que je croix que je croix que je croix
Que je croix
En toi

Someday I'll find you
Someday you'll find me to
And when I hold you close
I'll know that is true

Follow your heart
Let you love lead through the darkness
Back to a place you once knew
I believe, I believe, I believe in you

Follow your dreams
Be yourself, an angel of kindness
There's nothing that you can not do
I believe, I believe, I believe in you...
 
------------------------------------------
lunch time, 22nd february 2010
dedicated for someone special who stay in my heart...
i love you dear

Saturday, February 13, 2010

Selamat Ulang Tahun

Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja. Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan. Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah. Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti dihadapannya dan memandang wajahnya. "Ia sungguh cantik" kataku dalam hati, "Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun,tetap saja cantik". Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya. Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak. - 14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku. Hmm… aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya. - 6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati. Jantungku serasa mau berhenti... - 23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui… Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun.Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly. - 4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal dari padaMu. Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu. - 14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil. - 14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan! 18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku. - 7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah. Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah. - 15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent. Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga. Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun… "Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun…"

photo courtesy kolomkita.detik

Friday, February 5, 2010

ketika aku berbicara tentang rasa

dan aku menulis tentang cinta
yang melekatkan dua hati
dalam jalinan kisah dua anak manusia

semula sepi, menjadi berisi...

bahkan tulisan diatas tidak sanggup aku lanjutkan. Aku tidak tahu mengapa, rasanya semua hanya tersaji sebagai imaji dalam relung jiwa dan dalam ranah yang tidak terjangkau oleh tangan serta goresan pena.
Kembali melayang, menembus batas asa tentang anak manusia yang membuat aku mengerti apa itu cinta. Walaupun akhirnya saya terlampau bingung untuk merangkai sebuah pengertian tentang apa yang kurasa.

tercekat, patah dan buyar ketika aku mendapati inspirasi yang telah terkumpul kini hancur lebur dan berantakan.
aku memang butuh sebuah ketenangan, atau mungkin lebih tepat sebuah kedamaian bukan sebuah hingar bingar. bukan pula kemarahan, cacian atau makian.
Namun yang terjadi demikian. Seakan-akan dalam sekejap suasana hati berubah. Ibarat musim yang berganti oleh karena sang waktu, begitulah jiwaku. Tapi bukankah ini terlalu cepat?
Rasa cinta, gelombang serta aura positif seakan lenyap karena sebuah drama yang menyita air mata oleh seorang anak manusia.
Tidak..... tidak.... tidak....
jangan rusak kebahagiaanku, 
jangan pula kau torehkan perasaan yang sama ketika kau jadi bagian dari drama itu.
Aku tidak siap bahkan aku takkan pernah mau.
Hanya ingin diam tapi bukan berarti membisu
dan membisu bukan berarti aku tidak memendam sesuatu.
Aku hanya ingin kembali membangun hati serta hidupku, dari sebuah reruntuhan dan bayang kelam masa lalu.

saat ini aku belum bisa pulihkan keadaanku...
musim gugur masih akan terus ada dan bahkan musim dingin yang akan terus berlanjut.
entah sampai kapan datangnya musim semi itu, hanya sang waktu yang tahu dan setia menemaniku
mungkin memang bukan malam ini...
besok?
takkan pernah ada yang tahu....

kelam yang mengharap fajar pagi
malam, 4 februari 2010
 

***
ditulis dalam suasana yang terbangun indah pada awalnya, berubah kedalam sebuah drama yang memuakkan yang menguras tenaga, memutarbalikkan emosi dan perasaan. Perubahan suasana yang ekstra cepat.
Luar biasa....

Wednesday, February 3, 2010

Sajak Persahabatan

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia  menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa ingin kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam  persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan berbagi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Karena cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika  kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berbagi kegembiraan..
Karena dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan gairah segar kehidupan.
~ Khalil Gibran

entah

tiada inspirasi ketika aku mencoba menelaah apa yang kurasa
meski kucoba untuk terus menggali bahkan jauh lebih dalam
hanya hampa, kosong dan semakin kelam
seakan terbuai dalam asa entah untuk siapa

patah...
hilang...
lenyap...
dan akhirnya tinggalah aku
dalam kesunyian

Tuesday, February 2, 2010

Wonders Girl - I tried

Everytime I pass this road, I’m always infront your house
You must be waiting for me
Without a change from the past,
we’ll probably break up crossing this same road
I told you not too long ago,
that we should remain as friends, it’s too awkward to love
I agreed with you by no choice,
but it hurted so much to understand
I guess I can’t become like you
how I fall asleep thinking about you crying all night
I guess I can’t erase you
even if I try to give up, tears flow everytime I think about you
You call me sometimes,
you’d ask me to meet if I’m not busy
I can’t help but to agree,
because we are friends
Even if we watch a movie together,
eat dinner, drink tea and talk together
Because of you nailed in the middle of my heart
I smile, but tears are keep on trying to flow
I guess I can’t become like you
How I fall asleep thinking about you crying all night
I guess I can’t erase you
Even if I try to give up, tears flow everytime I think about you
Yours and my feelings are so different
I can’t stand it back up anymore
Because I still want to remain by your side,
I try to hide my feelings
I guess I can’t become like you
How I fall asleep thinking about you crying all night
I guess I can’t erase you
Even if I try to give up, tears flow everytime I think about you

Friday, January 29, 2010

A loving lifes

“A touching story worth reading.”
~ Author Unknown
Dear Patrick,
I was then an only child who had everything I could ever want. But even a pretty, spoiled and rich kid could get lonely once in a while so when Mom told me that she was pregnant, I was ecstatic. I imagined how wonderful you would be and how we’d always be together and how much you would look like me. So, when you were born, I looked at your tiny hands and feet and marveled at how beautiful you were.
We took you home and I showed you proudly to my friends. They would touch you and sometimes pinch you, but you never reacted. When you were five months old, some things began to bother Mom. You seemed so unmoving and numb, and your cry sounded odd — almost like a kitten’s. So we brought you to many doctors.
The thirteenth doctor who looked at you quietly said you have the “cry du chat” (pronounced Kree-do-sha) syndrome, “cry of the cat” in French.
When I asked what that meant, he looked at me with pity and softly said, “Your brother will never walk nor talk.” The doctor told us that it is a condition that afflicts one in 50,000 babies, rendering victims severely retarded. Mom was shocked and I was furious. I thought it was unfair.
When we went home, Mom took you in her arms and cried. I looked at you and realized that word will get around that you’re not normal. So to hold on to my popularity, I did the unthinkable … I disowned you. Mom and Dad didn’t know but I steeled myself not to love you as you grew. Mom and Dad showered you love and attention and that made me bitter. And as the years passed, that bitterness turned to anger, and then hate.
Mom never gave up on you. She knew she had to do it for your sake.
Everytime she put your toys down, you’d roll instead of crawl. I watched her heart break every time she took away your toys and strapped your tummy with foam so you couldn’t roll. You struggle and you’re cry in that pitiful way, the cry of the kitten. But she still didn’t give up.
And then one day, you defied what all your doctors said — you crawled.
When mom saw this, she knew you would eventually walk. So when you were still crawling at age four, she’d put you on the grass with only your diapers on knowing that you hate the feel of the grass on your skin.
Then she’d leave you there. I would sometimes watch from the windows and smile at your discomfort. You would crawl to the sidewalk and Mom would put you back. Again and again, Mom repeated this on the lawn. Until one day, Mom saw you pull yourself up and toddle off the grass as fast as your little legs could carry you.
Laughing and crying, she shouted for Dad and I to come. Dad hugged you crying openly.
I watched from my bedroom window this heartbreaking scene.
Over the years, Mom taught you to speak, read and write. From then on, I would sometime see you walk outside, smell the flowers, marvel at the birds, or just smile at no one. I began to see the beauty of the world through your eyes. It was then that I realized that you were my brother and no matter how much I tried to hate you, I couldn’t, because I had grown to love you.
During the next few days, we again became acquainted with each other. I would buy you toys and give you all the love that a sister could ever give to her brother. And you would reward me by smiling and hugging me.
But I guess, you were never really meant for us. On your tenth birthday, you felt severe headaches. The doctor’s diagnosis –leukemia. Mom gasped and Dad held her, while I fought hard to keep my tears from falling. At that moment, I loved you all the more. I couldn’t even bear to leave your side. Then the doctors told us that your only hope is to have a bonemarrow transplant. You became the subject of a nationwide donor search. When at last we found the right match, you were too sick, and the doctor reluctantly ruled out the operations. Since then, you underwent chemotherapy and radiation.
Even at the end, you continued to pursue life. Just a month before you died, you made me draw up a list of things you wanted to do when you got out of the hospital. Two days after the list was completed, you asked the doctors to send you home. There, we ate ice cream and cake, run across the grass, flew kites, went fishing, took pictures of one another and let the balloons fly. I remember the last conversation that we had. You said that if you die, and if I need of help, I could send you a note to heaven by tying it on the string of any balloon and letting it fly. When you said this, I started crying. Then you hugged me. Then again, for the last time, you got sick.
That last night, you asked for water, a back rub, a cuddle. Finally, you went into seizure with tears streaming down your face. Later, at the hospital, you struggled to talk but the words wouldn’t come. I know what you wanted to say. “Hear you,” I whispered. And for the last time, I said, “I’ll always love and I will never forget you. Don’t be afraid. You’ll soon be with God in heaven.” Then, with my tears flowing freely, I watched the bravest boy I had ever known finally stop breathing. Dad, Mom and I cried until I felt as if there were no more tears left. Patrick was finally gone, leaving us behind. 
From then on, you were my source of inspiration. You showed me how to love life and live to the fullest. With your simplicity and honesty, you showed me a world full of love and caring. And you made me realize that the most important thing in this life is to continue loving without asking why or how and without setting any limit.
Thank you, my little brother, for all these.

Jika kau, aku dan kita untuk sebuah kenangan terindah

 Kenangan Terindah - Samsons
Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang t'lah hilang
Darimu yang mampu menyanjungku

Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun aku mampu
Untuk mengenangmu

Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati

Chorus :
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau
Kenangan yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang t'lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah

Memang terkadang sulit untuk melupakan seseorang yang pernah hadir dan mengisi kehidupan kita. terlebih bila orang itu adalah seseorang yang punya arti khusus dalam hidup kita. Begitu banyak kenangan atau ingatan tentang orang itu yang kadang membuat kita lebih baik atau kadang-kadang membuat kita menitikkan air mata. Berat memang ketika harus mengikhlaskan untuk sebuah hal yang mungkin lebih baik untuk kita ataupun dirinya. Terkadang, begitu larutnya kita dengan penyesalan dan kesedihan karena kehilangannya membuat kita seakan tidak menemukan suatu gairah dan kualitas hidup yang lebih baik untuk waktu yang akan datang. Semua memang telah sesuai dengan jalannya. Tuhan menjawab doa dengan tiga jalan. Dia akan berkata YA dan anda akan dapat apa yang anda inginkan. Dia berkata TIDAK dan memberimu sesuatu atau seseorang yang lebih baik. Kemudian, Dia berkata TUNGGULAH, dan memberimu yang terbaik dari yang ada pada waktuNya. Saya mulai mencoba untuk mengerti hal ini. Bukan hal yang mudah pastinya, karena semua pada akhirnya memerlukan sebuah proses. Ketika saya ingin melupakan seseorang yang telah berjalan pergi, butuh perjuangan yang ekstra keras bahkan sampai hari ini. Menyembuhkan hati saya adalah yang terpenting untuk saat. Karena semakin saya berusaha sekuat tenaga untuk melenyapkan bayangannya dari hidup saya, tanpa sadar saya membuat hati saya untuk terus memikirkannya. Ya, saya memang menyayanginya.
Ikhlas, adalah jawaban yang tepat untuk saya saat ini. Cukup mendoakannya saja sudah membuat saya merasa lebih baik. Pada saatnya, semua akan berjalan dengan indah oleh rencana Tuhan...
Biarlah saat ini, seorang Win tetap hidup dalam kenangan saya. Dengannya saya belajar banyak untuk tetap tersenyum dalam segala hal. 

Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik.
Mungkin memang pedih pada awalnya... mungkin butuh bulan berbilang tahun untuk menyeka bening yang terkadang masih mengalir....

Namun kebahagiaan memang tak selamanya... dan kesedihan takkan mengembalikan apa yang telah berlalu...

Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk dalam
hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.
Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya.

" Semoga kita bisa menjadi orang yg ikhlas yang tetap masih bisa memberikan senyum terindah kita pada dunia".

di sela-sela aktivitas,
kelam yang mengharap fajar pagi

Wednesday, January 27, 2010

Terikat erat

untuk sebentuk Win...
memang tidak mudah ketika aku mencoba mengubur dan menutup rapat-rapat kenangan itu. rasanya kau terus saja hadir dalam hari-hariku, setiap malam dalam tidurku. apa aku memang menyayangimu? bahkan ketika aku tersadar bahwa kau pernah menyakitiku, mencoretku dari bagian dari teman-temanmu, atau mungkin juga dari ingatan dan kenangan dalam hidupmu, aku tidak serta merta membencimu. aku bahkan terus berdoa agar aku memperoleh sebuah harapan dan kesempatan dikemudian hari untuk memperbaiki semua yang terjadi.
boleh saja saat itu kau bilang bukan yang terbaik untuk aku, tapi kenapa masih saja kau lanjutkan untuk mengenal diriku? akupun tidak mencoba untuk menjadi satu-satunya yang terbaik dalam hidupmu, karena kuingin kau tahu bahwa sebenarnya aku hanya ingin menjadi salah satu bagian dari teman-temanmu. 
aku memulai segala sesuatu dengan baik, namun pada kenyataannya aku mendapat akhir dari semuanya dengan segala hal yang pahit.
saat ini, aku hanya ingin melupakanmu. mencoba untuk berpikir lebih dewasa dan tetap ikhlas dengan ini semua. menata kembali hidupku dan terus berdoa agar aku bisa memperoleh kembali semua hal yang baik dalam hidupku.

yang terakhir untukmu, bahwa aku terus merindukanmu, merindukan saat-saat dimana aku dan kamu pernah berbagi, mengisi hari-hari dengan cerita-cerita dan canda tawa. aku mungkin tidak ada dihatimu untuk saat ini, tapi satu hal yang ingin ku bagi bahwa aku tidak akan pernah bisa untuk berhenti menyayangimu...


dariku,
dalam kelam yang mengharap fajar pagi.

Let it go...

I spent so many nights thinking about you, my heart spent to many hours missing you, I wasted my time being with you, and now it's time to move on.
One day you'll love me, the way I loved you. One day you'll think of me the way I thought of you. One day you'll cry for me, the way I cried for you. One day you'll want me, but I won't want you.
You have to forgive to forget, and forget, to feel again.
You either let go for two reasons.... you've learned enough to want to, or you've been hurt enough you have to.